Langsung ke konten
beritana
Breaking

Ford Rekrut Kembali Ratusan Insinyur Senior Setelah AI Gagal Penuhi Standar Kualitas

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Ford rehires ‘gray beard’ engineers after AI falls short
Image Credits:Bloomberg / Getty Images

Ford, raksasa otomotif global, mengambil langkah signifikan dengan merekrut kembali sekitar 350 insinyur veteran, yang sebagian di antaranya adalah mantan karyawan dan sebagian lain berasal dari pemasok. Keputusan strategis ini diambil setelah sistem kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang selama ini diandalkan perusahaan gagal memenuhi tingkat kualitas produksi yang diharapkan.

Bloomberg melaporkan, Direktur Operasional Ford, Kumar Galhotra, menyampaikan kepada jurnalis bahwa perusahaan semakin mengandalkan sistem kualitas otomatis. Namun, pendekatan tersebut justru memberikan hasil yang mengecewakan.

"Kami membawa kembali para spesialis teknis," kata Galhotra, menekankan peran penting mereka. Para insinyur berpengalaman ini kini bertugas mencari titik-titik kegagalan pada komponen, bahkan sebelum bagian tersebut mencapai lantai produksi pabrik.

Charles Poon, Wakil Presiden Rekayasa Perangkat Keras Kendaraan Ford, mengakui kesalahan dalam asumsi sebelumnya, "Kami keliru mengira bahwa hanya dengan memperkenalkan kecerdasan buatan dan memasukkan persyaratan desain yang kami miliki, itu akan menghasilkan produk berkualitas tinggi."

Ford menegaskan bahwa langkah ini bukan berarti mereka sepenuhnya meninggalkan rencana pengembangan AI. Sebaliknya, insinyur-insinyur veteran yang dijuluki "gray beard engineers" ini kini bertugas melatih staf muda dan memprogram ulang perangkat AI yang ada. Ini adalah strategi untuk mengintegrasikan pengalaman manusia dengan efisiensi teknologi.

Strategi rekrutmen ulang ini mulai membuahkan hasil nyata. CEO Ford Jim Farley menyebutkan, penurunan biaya garansi dan penarikan produk telah terjadi, "berkontribusi pada keuntungan finansial Ford senilai ratusan juta dolar."

Selain itu, Ford juga berhasil menduduki peringkat teratas di antara merek-merek utama dalam survei JD Power Initial Quality Survey yang dirilis minggu ini. Survei ini adalah tolok ukur standar industri otomotif yang mengevaluasi masalah yang dialami pemilik kendaraan baru dalam 90 hari pertama kepemilikan.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update