Google Maps Kini Jadi Andalan Cari Tempat Makan dan Pesan Antar Makanan

Google terus memperbarui aplikasi Google Maps dengan beragam fitur berbasis kecerdasan buatan agar pengguna tidak lagi berpindah ke platform lain saat mencari rekomendasi tempat makan. Kini, navigasi bukan lagi fungsi tunggal, karena aplikasi tersebut telah bertransformasi menjadi pusat informasi kuliner yang lengkap.
Salah satu pembaruan yang menarik perhatian adalah fitur pemesanan melalui percakapan. Melalui alat bantu berbasis Gemini, pengguna dapat memberikan perintah suara atau teks untuk menemukan restoran spesifik dan langsung melakukan pemesanan makanan melalui mitra resmi seperti Toast, Square, hingga Uber Eats.
Selain kemudahan memesan, Google Maps menghadirkan tab Jelajah atau Explore untuk menampilkan tren kuliner di sekitar pengguna. Seringkali, restoran yang muncul dalam daftar ini adalah tempat yang sedang viral di platform media sosial seperti Instagram atau TikTok, sehingga pengguna bisa dengan cepat menemukan lokasi populer.
Fitur lain yang mempermudah calon pengunjung adalah tab Know Before You Go. Bagian ini merangkum poin-poin krusial dari ulasan pengguna lain, seperti aturan berpakaian, batasan menu, hingga kondisi ketersediaan lahan parkir yang kerap menjadi kendala di kota-kota besar.
Google juga merilis daftar tempat makan favorit pilihan pengguna berdasarkan data pencarian di 10 kota besar dunia, mulai dari Tokyo hingga London. Daftar ini membuktikan bagaimana media sosial memengaruhi preferensi selera global, termasuk tren makanan seperti burger keju yang melonjak tajam popularitasnya di Jepang.
Tren serupa juga terlihat pada minuman khas Meksiko, Michelada, yang mencatat kenaikan minat sebesar 78 persen di Santiago, Chile. Sementara itu, ubi ungu atau ube yang berasal dari Asia Tenggara kini semakin digemari di Melbourne, Australia, dengan peningkatan minat mencapai 75 persen.
Data ini menunjukkan bahwa preferensi kuliner warga dunia saling bersilangan akibat arus informasi digital. Di kota seperti Atlanta, lokasi-lokasi yang berada di dekat jalur pejalan kaki atau pusat keramaian menjadi destinasi yang paling banyak dicari oleh pengguna Maps untuk merayakan momen spesial.
Banyak dari tempat makan yang masuk dalam daftar Google ini dianggap mampu merepresentasikan budaya lokal dengan sangat baik. Meski sebagian warga mungkin menilai lokasi tersebut sebagai tempat wisata, ulasan positif dari pengguna membuktikan bahwa kualitas rasa dan pengalaman yang ditawarkan tetap menjadi daya tarik utama.
Integrasi fitur-fitur ini mempertegas langkah perusahaan teknologi tersebut untuk mendominasi pengalaman pengguna di sektor gaya hidup. Dengan memadukan data ulasan komunitas dan kemudahan transaksi, Google Maps berusaha memastikan pengguna tidak perlu lagi keluar dari ekosistem mereka untuk urusan perut.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor









