
Penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat kembali menunjukkan tren positif setelah sempat terpuruk pada periode sebelumnya. Data terbaru dari Cox Automotive mencatat pertumbuhan volume penjualan selama tiga kuartal berturut-turut.
Kinerja ini mematahkan spekulasi mengenai kematian pasar kendaraan ramah lingkungan di Negeri Paman Sam tersebut. Berdasarkan laporan terkini, pangsa pasar kendaraan listrik kini mencapai 6,1 persen, yang merupakan capaian tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2025.
Direktur wawasan industri di Cox Automotive, Stephanie Valdez Streaty, menyatakan bahwa pasar kendaraan listrik mulai menemukan kembali pijakannya. Ia menyebutkan bahwa harga unit yang lebih kompetitif serta lonjakan harga bahan bakar minyak menjadi pemicu utama minat konsumen kembali meningkat.
Perusahaan otomotif seperti Toyota, Rivian, dan Subaru berhasil mencatatkan performa terbaik di tengah dinamika pasar ini. Penjualan model Toyota bZ dan Lexus RZ melonjak drastis setelah produsen tersebut melakukan pembaruan desain dan teknologi pada akhir tahun lalu.
Pembaruan pada model tersebut mencakup adopsi port pengisian daya standar Tesla, kapasitas baterai lebih besar, hingga peningkatan performa motor penggerak. Langkah strategis ini terbukti efektif menarik perhatian calon pembeli yang sebelumnya ragu beralih dari mesin konvensional.
Di sisi lain, Tesla mengalami penurunan volume penjualan sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, perusahaan milik Elon Musk tersebut tetap mendominasi dengan menguasai lebih dari separuh total penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat pada kuartal ketiga.
Kondisi pemulihan di Amerika Serikat ini memiliki kemiripan dengan dinamika pasar di Jerman. Sebelumnya, Jerman sempat mengalami kontraksi penjualan yang signifikan setelah pemerintah menghentikan subsidi pembelian kendaraan listrik secara mendadak pada November 2023.
Pada bulan berikutnya, angka penjualan di negara tersebut sempat anjlok hingga lebih dari separuh total volume pasar. Namun, perlahan pasar menunjukkan stabilitas dan berhasil bangkit dari titik terendah tersebut.
Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan kendaraan listrik di Jerman pada Agustus lalu tercatat sebagai angka tertinggi kedua dalam sejarah otomotif negara tersebut. Fenomena ini memberikan gambaran bahwa ketergantungan pada insentif pemerintah hanya bersifat sementara sebelum pasar mencapai titik keseimbangan mandiri.
Bagi konsumen, transisi menuju kendaraan listrik kini bukan lagi sekadar tren, melainkan pertimbangan logis terkait efisiensi biaya operasional jangka panjang. Persaingan antar jenama otomotif global diprediksi akan terus memanas seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang lebih cepat di berbagai wilayah.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor