Langsung ke konten
beritana

Resmi Melantai di Bursa, IPO SpaceX Cetak Rekor Terbesar dalam Sejarah

Foto Beritana UpdateBeritana Update3 menit bacaTech
SpaceX officially prices shares at $135 in the largest IPO ever
Image Credits:SpaceX (opens in a new window)

Perusahaan dirgantara milik Elon Musk resmi menetapkan harga saham perdana untuk IPO SpaceX sebesar 135 dollar AS, atau sekitar Rp2,1 juta per lembar. Melalui IPO SpaceX ini, perusahaan berhasil menghimpun dana sebesar 75 miliar dollar AS, sekitar Rp1.200 triliun, sebelum resmi diperdagangkan di bursa Nasdaq.

Angka tersebut menempatkan penawaran umum perdana ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah bursa global.

Pencapaian luar biasa ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco saat melantai di bursa pada 2019 dengan perolehan 24,9 miliar dollar AS. Dengan struktur harga terbaru ini, valuasi perusahaan melesat tajam. Momentum bersejarah tersebut diproyeksikan mampu mengantarkan Elon Musk menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan bersih satu triliun dollar AS.

Emiten teknologi yang bernama resmi Space Exploration Technologies Corp ini akan menggunakan kode saham SPCX.

Langkah SpaceX dalam menentukan harga saham jauh sebelum pasar dibuka dinilai tidak biasa oleh sejumlah analis keuangan dunia. Biasanya, penentuan harga final sebuah emiten baru terbentuk setelah masa penawaran awal selesai dilakukan.

Namun, laporan dari Financial Times menyebutkan bahwa SpaceX sudah menguji target harga 135 dollar AS ini kepada para investor sejak awal. Hasilnya pun sangat positif, bahkan Bloomberg mencatat bahwa permintaan yang masuk melampaui kuota saham yang tersedia hingga empat kali lipat. Tingginya minat pasar ini menunjukkan optimisme yang sangat besar dari kalangan pemodal institusi.

Kendati harga saham perdana bisa fluktuatif saat perdagangan aktif dimulai, antrean pembeli dari kalangan institusi besar maupun ritel dilaporkan terus mengular.

Jika permintaan terbukti sangat tinggi, para penjamin emisi memiliki opsi untuk melepas tambahan 83,3 juta lembar saham ke pasar. Langkah taktis ini berpotensi menambah dana segar sebesar 11 miliar dollar AS atau sekitar Rp176 triliun bagi kas perusahaan.

Di pasar spekulatif, gairah terhadap saham ini bahkan jauh lebih tinggi. Hyperliquid, sebuah platform taruhan kripto yang menyediakan transaksi sintetis untuk saham belum rilis, mencatat harga saham SPCX berada di angka 167 dollar AS. Data ini mengindikasikan adanya ekspektasi lonjakan harga sebesar 20 persen pada hari pertama perdagangan resmi.

Namun, tantangan nyata bagi SpaceX baru akan dimulai setelah euforia pasar perdana ini mereda.

Perusahaan kini memikul beban berat untuk membuktikan bahwa valuasi raksasanya sebanding dengan kinerja bisnis yang nyata. Target-target rekayasa teknologi mereka sangat ambisius, mulai dari penyelesaian roket pakai ulang terbesar di dunia hingga pembangunan pabrik cip baru di Amerika Serikat.

Pihak yang paling diuntungkan dari aksi korporasi masif ini tidak lain adalah Elon Musk sendiri. Ia memegang hampir 850 juta lembar saham Kelas A yang masing-masing memiliki hak satu suara. Di luar itu, ia juga memiliki hak atas 5,6 miliar saham Kelas B dengan kekuatan sepuluh suara per lembar, termasuk satu miliar saham yang baru bisa dicairkan jika misi mengirim satu juta manusia ke Mars berhasil terwujud.

Selain Musk, pendiri Valor Management, Antonio Gracias, juga mendulang untung besar dengan kepemilikan 503,4 juta lembar saham senilai hampir 68 miliar dollar AS.

Sejumlah petinggi internal lain seperti anggota dewan direksi Luke Nosek yang memiliki 33 juta saham dan COO Gwynne Shotwell dengan kepemilikan hampir 12,6 juta saham turut mencatatkan lonjakan kekayaan. Keberhasilan ini juga dirasakan oleh sekitar 400 investor modal ventura yang telah menyuntikkan dana sekitar 40 miliar dollar AS selama dua dekade terakhir saat perusahaan masih berstatus tertutup.

Keuntungan melimpah ini juga akan mengalir ke kantong para investor ritel kecil yang menanamkan modal melalui Special Purpose Vehicle atau SPV, yaitu wadah investasi khusus yang mengumpulkan dana dari pemodal kecil untuk masuk ke perusahaan tertutup. Hanya saja, rumitnya struktur hukum SPV membuat sebagian investor kecil tidak langsung mengetahui nilai pasti keuntungan mereka. Mereka harus menunggu hingga masa penguncian saham selesai beberapa bulan setelah debut pasar perdana ini.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update