Startup MyMonthlyCar Ubah Stok Mobil Bekas Dealer Menjadi Pendapatan Sewa

Igor Dobrianskyi melihat peluang bisnis besar di balik deretan mobil bekas yang terparkir lama di dealer dealer Amerika Serikat.
Baginya, jutaan unit kendaraan yang hanya terparkir di lahan dealer merupakan aset yang mengalami penurunan nilai setiap harinya. Sementara itu, kebutuhan masyarakat akan kendaraan sewa jangka menengah seringkali terkendala oleh biaya tinggi dan pilihan yang terbatas.
Solusi yang ditawarkan Dobrianskyi melalui startup MyMonthlyCar adalah menghubungkan kedua kebutuhan tersebut melalui platform daring. Layanan ini memungkinkan konsumen menyewa mobil dari dealer setempat dengan sistem bulanan yang fleksibel.
MyMonthlyCar berhasil masuk dalam daftar Startup Battlefield 200, sebuah kelompok perusahaan rintisan yang akan tampil dalam ajang TechCrunch Disrupt di San Francisco pada Oktober mendatang.
Perusahaan yang berbasis di Florida ini didirikan oleh Dobrianskyi bersama Kostiantyn Gitko dan Vadym Zotov. Ketiganya merupakan pengusaha asal Ukraina yang pindah ke Amerika Serikat setelah konflik di negara asal mereka pecah.
Model bisnis startup ini cukup spesifik karena hanya berfokus pada penyewaan mobil bekas secara bulanan. Tidak ada opsi sewa harian, namun konsumen diberikan peluang untuk membeli kendaraan tersebut di akhir masa sewa.
Dobrianskyi menyebut bahwa strategi ini memberikan keuntungan ganda bagi pemilik dealer. Dealer tidak hanya mendapatkan pendapatan dari biaya sewa, tetapi juga berpeluang mengubah penyewa menjadi pembeli tetap.
Terkait mekanisme biaya, MyMonthlyCar menerapkan sistem potongan komisi sebesar 10 persen untuk setiap transaksi dari pihak dealer. Konsumen juga akan dikenakan biaya tambahan sebesar 10 persen dari total nilai transaksi tersebut.
Ide bisnis ini lahir dari pengalaman panjang Dobrianskyi saat mengelola perusahaan penyewaan mobil di Ukraina. Ia kemudian mengembangkan platform marketplace mobil peer-to-peer bernama SizeCar yang sempat beroperasi di 40 kota di Eropa sebelum kini beralih fokus ke pasar Amerika.
Hingga saat ini, sebanyak tujuh dealer telah bergabung dalam fase pengujian awal. Tim internal juga sedang memfinalisasi kerja sama dengan broker asuransi untuk memastikan perlindungan bagi setiap kendaraan yang disewakan.
Dobrianskyi menekankan bahwa sektor asuransi merupakan kunci utama dalam bisnis ini. Banyak pemilik dealer merasa khawatir mengenai liabilitas, sehingga platform harus menyediakan skema perlindungan yang komprehensif bagi semua pihak.
Meskipun masih berada di tahap awal, perusahaan ini menetapkan target ambisius untuk satu tahun pertama operasional. Mereka ingin merangkul 100 dealer dengan volume 2.000 unit sewa bulanan, yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar USD 300.000 atau sekitar Rp4,6 miliar.
Target jangka panjang perusahaan bahkan lebih besar lagi. Dalam lima tahun ke depan, mereka menargetkan total pendapatan mencapai USD 42 juta atau sekitar Rp647 miliar.
Saat ini, pendanaan startup dijalankan secara mandiri atau bootstrapping oleh para pendiri. Namun, rencana untuk mencari modal ventura tahap awal sudah dipersiapkan guna memperluas tim pengembang teknologi.
Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk membangun alat berbasis kecerdasan buatan atau AI. Teknologi ini nantinya membantu pihak dealer dalam menentukan mobil mana yang paling potensial untuk disewakan pada waktu tertentu.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356380/original/034195100_1790160947-klopp.jpg)


