Kapal Feri Terbalik di Siprus, Ratusan Penumpang Berjuang Dievakuasi

Sebuah kapal feri terbalik di Siprus bagian utara setelah mengalami kebocoran lambung kapal beberapa saat setelah lepas landas.
Otoritas keselamatan maritim setempat melaporkan bahwa kapal jenis katamaran tersebut mengangkut 267 penumpang saat insiden terjadi di lepas pantai Kyrenia. Seluruh penumpang dan kru kapal dilaporkan terjebak dalam situasi darurat ketika air mulai masuk secara cepat ke dalam dek bawah.
Kyrenia, yang juga dikenal sebagai Girne, merupakan kota pelabuhan bersejarah di wilayah administrasi Siprus Utara yang menjadi titik penyeberangan utama menuju Turki. Pelabuhan ini kerap melayani rute internasional yang sibuk di Laut Mediterania, terutama selama musim liburan. Berdasarkan laporan awal, kapal nahas tersebut baru saja berlayar beberapa mil laut sebelum kapten kapal mengirimkan sinyal bahaya.
Tim penyelamat dari Komando Penjaga Pantai langsung mengerahkan armada kapal cepat dan helikopter ke lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan darurat ini menghadapi tantangan besar karena gelombang laut yang mulai meninggi di sekitar perairan Mediterania Timur. Petugas penyelamat berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi ratusan penumpang yang terapung menggunakan sekoci penyelamat.
Kapal katamaran yang memiliki dua lambung sejajar biasanya dikenal memiliki stabilitas tinggi di perairan tenang. Namun, kebocoran mendadak pada salah satu lambung dapat menyebabkan ketidakseimbangan fatal yang berujung pada kapal terbalik. Para ahli keselamatan maritim menduga adanya kerusakan struktural atau benturan dengan objek bawah laut sebagai pemicu awal masuknya air.
Hingga kini, proses evakuasi masih berlangsung di bawah koordinasi ketat otoritas pelabuhan Kyrenia.
Kondisi politik di wilayah Siprus Utara yang hanya diakui oleh Turki juga mempersulit koordinasi bantuan internasional yang lebih luas. Kendati demikian, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh nyawa penumpang tanpa memandang batas administratif wilayah.
Insiden maritim berskala besar seperti ini selalu menjadi perhatian serius bagi industri pelayaran global, termasuk di Indonesia yang memiliki karakteristik geografis serupa. Standardisasi kelayakan kapal feri penumpang dan kesiapan alat keselamatan wajib dievaluasi secara berkala untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. Kejadian di Siprus ini menjadi peringatan keras mengenai pentingnya audit kelaikan laut sebelum kapal diizinkan berlayar.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor














