Putra Mahkota Arab Saudi Minta Bantuan Militer AS Hadapi Ancaman Houthi

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, secara resmi meminta peningkatan dukungan militer dari Amerika Serikat pekan lalu. Langkah ini diambil menyusul serangan intensif yang diluncurkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Eskalasi konflik ini menciptakan ketegangan baru di kawasan Timur Tengah. Serangan Houthi yang terus berlanjut ke wilayah Saudi telah memicu kekhawatiran serius terkait stabilitas pasokan energi global.
Permintaan bantuan tersebut muncul setelah serangkaian serangan pesawat nirawak dan rudal menyasar infrastruktur minyak Saudi. Bagi pasar energi dunia, gangguan pada produksi minyak Saudi merupakan ancaman nyata yang dapat memicu lonjakan harga komoditas secara drastis.
Harga minyak mentah dunia memang sangat sensitif terhadap dinamika politik di kawasan Teluk. Saat ini, Brent Crude diperdagangkan di kisaran USD 80 hingga USD 90 per barel (sekitar Rp1,26 juta sampai Rp1,42 juta) per barelnya.
-af2f7.webp)







