Ribuan Warga Rio de Janeiro Turun ke Jalan Tolak Flavio Bolsonaro

Ribuan pengunjuk rasa memadati pusat kota Rio de Janeiro pada Rabu untuk menyuarakan penolakan terhadap Flavio Bolsonaro.
Aksi massa ini didominasi oleh kalangan mahasiswa yang khawatir akan kembalinya pengaruh kelompok sayap kanan dalam politik Brasil menjelang putaran kedua pemilihan presiden pada 25 Oktober mendatang. Sentimen publik meningkat tajam setelah Flavio Bolsonaro memimpin perolehan suara pada putaran pertama hari Minggu lalu.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk besar dan meneriakkan yel-yel di sepanjang jalan utama kota.
Ketegangan politik di Brasil saat ini mencapai titik didih tertinggi dalam satu dekade terakhir. Banyak warga merasa cemas bahwa agenda sayap kanan yang diusung keluarga Bolsonaro dapat mengancam stabilitas demokrasi yang selama ini dijaga ketat oleh konstitusi negara tersebut.
Konstitusi Brasil sendiri merupakan dokumen hukum dasar yang lahir setelah berakhirnya rezim militer pada 1985, dirancang untuk mencegah konsentrasi kekuasaan berlebih pada satu figur tertentu.
Seorang koordinator aksi mahasiswa, Beatriz Souza, menyatakan bahwa kehadiran mereka di jalanan merupakan bentuk perlawanan terhadap retorika perpecahan.
Dia menegaskan bahwa kaum muda tidak bisa tinggal diam melihat arah politik nasional yang dianggap semakin menjauh dari nilai-nilai inklusivitas dan perlindungan hak asasi manusia. Suasana di lapangan cukup tegang, meski aparat kepolisian setempat tetap memantau dari kejauhan tanpa melakukan intervensi fisik secara masif.
Analisis data survei menunjukkan bahwa polarisasi di Brasil kini menyentuh angka 50 persen di kedua spektrum politik utama.
Angka ini mencerminkan betapa terbelahnya masyarakat Brasil dalam menentukan masa depan ekonomi dan sosial negara. Sebagai perbandingan, di Indonesia, polarisasi pemilu sering kali diselesaikan melalui konsolidasi koalisi partai, namun di Brasil, sistem presidensial cenderung memaksa pemilih untuk memilih salah satu dari dua kutub yang sangat kontras.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor















