“Aku Siap Menikahimu 5 Tahun Lagi”, Ini Mau Nikah Apa Kredit Motor?

Kamu duduk di depannya, menahan napas, lalu memberanikan diri bertanya kapan hubungan ini akan melangkah ke depan. Jawaban yang keluar malah terdengar seperti cicilan motor yang entah kapan lunasnya.
Rasanya aneh sekali mendengar angka lima tahun disebut begitu enteng. Kamu mungkin merasa tersinggung, atau justru bingung, kenapa komitmen semahal itu dibuat jadi barang yang bisa dipesan nanti.
Kamu tidak sendirian kok kalau merasa bingung dengan situasi ini. Banyak orang di luar sana juga terjebak dalam limbo yang sama, di mana waktu seolah sengaja ditarik ulur agar kamu tidak benar-benar menagih kepastian.
Ini Bukan Soal Kredit Motor
Dia mungkin beralasan sedang menabung atau menyiapkan karier agar saat hari itu tiba, semuanya terasa sempurna. Padahal, cinta tidak pernah meminta kamu untuk jadi sempurna dulu baru boleh serius.
Kalau dia benar-benar ingin membangun hidup denganmu, dia tidak akan membiarkanmu menunggu dalam ketidakjelasan yang menyiksa. Dia akan duduk bersamamu, merencanakan langkah kecil, dan yang paling penting, membuatmu merasa aman dengan masa depan yang kalian tuju bersama.
Ketika dia menjawab dengan angka yang sangat jauh tanpa usaha nyata, mungkin dia sebenarnya bukan sedang merencanakan masa depan. Dia hanya sedang berusaha agar kamu tidak pergi sekarang, sementara dia sendiri belum merasa siap untuk melangkah lebih jauh.
Kamu Bukan Cadangan yang Bisa Disimpan
Seringkali, jawaban lima tahun lagi adalah cara halus untuk bilang bahwa dia ingin pacaran terus, tapi takut kalau harus berstatus sendiri. Dia butuh kehadiranmu untuk kenyamanan hari ini, tapi tidak punya niat untuk melibatkanmu dalam hari-harinya di masa depan.
Mungkin terdengar pahit, tapi terkadang orang yang paling kamu cintai justru adalah orang yang paling takut memberikan jaminan pada hatimu. Kamu terlalu berharga untuk menjadi tempat persinggahan bagi seseorang yang tidak berani memegang tanggung jawab atas cintamu.
Pilihan Itu Ada di Tanganmu
Terkadang kita terlalu sibuk menuruti syarat yang dia buat sampai lupa bahwa kita pun punya standar. Kenapa kamu harus pasrah menunggu sementara hatimu sendiri sebenarnya sudah lelah dengan janji-janji yang menguap begitu saja?
Ingat ya, orang yang serius akan datang dengan langkah nyata, bukan sekadar janji kosong yang diulang tiap tahun. Kamu berhak mendapatkan seseorang yang tidak perlu kamu paksa untuk melihat masa depannya bersamamu, karena dia sudah sejak lama menaruhmu di sana.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor









