Jika Kamu Sadar Dia Tulus Menyayangimu, Jangan Biarkan Dia Terus Berharap di Atas Luka

Kamu pasti tahu rasanya saat ada seseorang yang selalu ada, bahkan di saat kamu sendiri sedang tidak butuh siapa-siapa. Dia tetap bertahan, meski jelas kamu tidak memberi ruang yang sama untuknya.
Perasaan tidak bisa dipaksakan, dan memang tidak ada yang salah dengan itu. Tapi, membiarkannya terus berharap saat kamu tahu tidak ada masa depan di sana, itu adalah keputusan yang jauh lebih kejam daripada sebuah penolakan.
Jangan Biarkan Dia Terus Berharap
Kamu mungkin merasa aman karena ada seseorang yang memuja kamu tanpa syarat. Kamu membiarkannya menunggu, memberi perhatian kecil hanya agar dia tidak pergi, lalu menghilang saat kamu bosan. Kamu sadar, bukan, kalau apa yang kamu lakukan itu tidak adil?
Memberi harapan palsu itu seperti menanam tanaman di atas beton yang gersang. Dia akan terus berusaha hidup karena kamu menyiramnya sesekali dengan janji manis, padahal akarnya tidak akan pernah bisa tumbuh. Kamu membiarkannya lelah sendiri, menunggu sesuatu yang sejak awal tidak pernah kamu niatkan untuk diberikan.
Jujur Jauh Lebih Baik daripada Menyakiti
Kenapa harus sesulit itu untuk bilang kalau kamu tidak punya rasa yang sama? Mungkin kamu takut kehilangan sosok yang memanjakan ego kamu, atau mungkin kamu hanya tidak ingin merasa jadi orang jahat yang mematahkan hati orang baik.
Padahal, kejujuran adalah bentuk kebaikan yang paling nyata. Bilang saja apa adanya bahwa hatimu tidak bisa berlabuh padanya, meskipun itu terasa pahit di awal. Dia tidak akan memaksamu untuk jatuh cinta, karena yang dia cari hanyalah kejelasan, bukan kebohongan yang dibungkus rapi dengan sikap manis yang kamu berikan setiap hari.
Jangan Sia-siakan Ketulusan Seseorang
Dia bertahan bukan karena dia bodoh atau tidak punya pilihan lain. Dia bertahan karena dia memilih untuk menghargai perasaannya sendiri lewat kamu, dan itu adalah sesuatu yang langka di zaman sekarang.
Coba bayangkan kalau posisi itu dibalik. Kamu yang berjuang mati-matian, tapi hanya dianggap sebagai pengisi waktu luang saja. Sakit, kan? Jadi, sebelum dia sadar bahwa dia layak mendapatkan seseorang yang mencintainya balik, berhentilah mempermainkan apa yang seharusnya kamu jaga dengan hormat.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













