Jika Nanti Aku Terlihat Baik-Baik Saja Tanpamu, Percayalah Itu Adalah Sandiwara Terbaikku

Kamu mungkin melihatku tertawa di media sosial, atau sekadar menyapa dengan nada yang datar saat tidak sengaja berpapasan. Kamu pikir aku sudah pindah hati, atau mungkin tidak pernah seserius itu sejak awal.
Padahal, setiap tawa yang keluar itu butuh usaha ekstra untuk tidak pecah jadi tangisan. Aku sedang memakai topeng paling rapi yang pernah kubuat, hanya supaya orang lain tidak perlu melihat betapa berantakannya aku di dalam sini.
Kamu Nggak Sendiri di Sini
Menyembunyikan kesedihan itu rasanya seperti menahan napas di dalam air. Kamu ingin tetap kelihatan tenang di permukaan, tapi paru-parumu sebenarnya sedang berteriak minta tolong.
Banyak orang melakukan hal yang sama sepertimu, berpura-pura tegar hanya supaya dunia tidak mengasihani mereka. Tidak ada yang salah dengan itu karena terkadang, menjadi baik-baik saja di depan orang lain adalah satu-satunya cara agar kita tidak benar-benar hancur.
Itu Cuma Sandiwara Belaka
Duniaku rasanya berhenti sejak kamu memutuskan untuk pergi begitu saja. Aku harus bangun setiap pagi, berpura-pura semuanya normal, padahal aku masih mencari bayanganmu di setiap sudut kamar yang sekarang terasa kosong melompong.
Aku tahu ini bohong besar yang melelahkan. Tapi kalau aku membiarkan diriku terlihat hancur, mungkin aku tidak akan pernah bisa bangkit lagi untuk menjalani hari esok. Jadi aku memilih untuk berakting, menjadi pemeran utama dalam skenario berjudul aku baik-baik saja.
Bukan Berarti Aku Nggak Sakit
Jangan pernah tertipu oleh senyum yang kupaksakan di depan teman-teman atau rekan kerja. Itu bukan tanda bahwa aku sudah lupa atau sudah tidak peduli lagi padamu.
Sebenarnya, hatiku masih hancur dan setiap malam aku masih mempertanyakan kenapa hal ini harus terjadi. Kehilanganmu adalah luka yang paling nyata, dan tidak ada akting yang cukup hebat untuk benar-benar menyembuhkan rasa sakit itu.
Ini Bukan Soal Kamu Lagi
Sekarang, saatnya kamu berhenti memikirkan apakah dia tahu kamu sedang berpura-pura atau tidak. Fokusmu bukan lagi untuk menunjukkan kesedihanmu padanya, tapi untuk bertahan sampai kamu benar-benar merasa tenang tanpa perlu akting lagi.
Biarkan dirimu pelan-pelan melepas topeng itu saat kamu sudah sendirian di kamar. Kamu tidak perlu terlihat kuat setiap saat, karena menjadi manusia yang rapuh pun adalah bagian dari proses yang sebenarnya sangat berani.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












