Kadang Jatuh Cinta Memang Bisa Sesalah Itu, dan Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah

Kamu pasti pernah duduk termenung di kamar sambil menatap layar HP, menunggu sebuah balasan yang sebenarnya kamu tahu tidak akan pernah datang. Rasanya sesak, seperti sedang memperjuangkan sesuatu yang sejak awal memang tidak pernah ada.
Menyukai seseorang yang tidak bisa membalas perasaanmu itu bukan sebuah kejahatan, jadi tolong berhenti menyalahkan dirimu sendiri malam ini. Wajar banget kalau kamu sempat berharap dia akan berubah pikiran setelah melihat semua pengorbanan yang sudah kamu lakukan. Kita semua pernah sebodoh itu demi cinta, kok.
Kamu Nggak Bisa Mengatur Rasa
Cinta itu datang tanpa permisi.
Kita tidak pernah bisa memilih kepada siapa hati ini akan berlabuh, bahkan ketika orang itu jelas-jelas tidak peduli padamu. Kamu bisa saja memberikan seluruh waktumu, memprioritaskan dia di atas segalanya, tapi perasaan memang tidak bisa dipaksakan. Menyadari bahwa dia tidak memiliki perasaan yang sama adalah tamparan keras yang terpaksa kita terima.
Berjuang sendirian itu melelahkan, apalagi kalau yang diperjuangkan malah sibuk berjalan mundur. Rasanya seperti berteriak di ruang hampa, suaramu habis tapi tidak ada satu pun yang mendengar.
Berhenti Sebelum Kamu Benar-Benar Habis
Kamu berhak dihargai.
Menyerah bukan berarti kamu kalah atau lemah, melainkan sebuah tanda bahwa kamu akhirnya cukup cerdas untuk menyayangi dirimu sendiri. Untuk apa bertahan pada seseorang yang bahkan tidak peduli apakah kamu masih bernapas atau tidak di sampingnya? Melepaskan dia yang tidak pernah menganggapmu ada adalah langkah awal untuk menyembuhkan luka yang kamu buat sendiri.
Pulanglah ke Dirimu Sendiri
Mulai besok, cobalah untuk mengarahkan semua perhatian dan usaha hebatmu itu kembali kepada orang yang paling membutuhkannya, yaitu kamu. Biarkan dia pergi dengan jalannya, dan mulailah merajut kembali sisa-sisa hatimu yang sempat berantakan kemarin. Kamu terlalu berharga untuk sekadar menjadi pilihan kedua di hidup seseorang yang bahkan tidak pernah takut kehilanganmu.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













