Untuk Kamu yang Baru Menyesal Setelah Dia Pergi, Ternyata Rasa Sabar Itu Ada Batasnya

Kamu pernah nggak, tiba-tiba merasa sepi banget padahal hp kamu penuh notifikasi dari orang lain?
Rasanya aneh, ya. Baru sadar ada yang hilang justru pas duniamu lagi bising-bisingnya, tapi satu suara yang biasanya paling berisik malah mendadak senyap.
Awalnya Biasa Saja, Kan?
Dulu dia ada terus, sampai kamu merasa kehadirannya itu sudah sewajarnya ada di sana. Kamu merasa dia nggak bakal ke mana-mana, jadi kamu cuekin, kamu balas chat-nya kalau ingat saja.
Ternyata rasa sabar itu ada tanggal kedaluwarsanya juga. Dia yang dulu selalu nungguin kabar, pelan-pelan mulai belajar buat nggak peduli lagi. Sampai di satu titik, dia benar-benar berhenti mencoba karena merasa usahanya cuma bertepuk sebelah tangan.
Dia benar-benar berhenti.
Lalu Kamu Mulai Mencari
Pas kamu lagi sendirian dan butuh sandaran, baru deh kepikiran buat menghubungi dia lagi. Kamu scroll chat lama, baca lagi perhatian-perhatian kecil yang dulu kamu anggap remeh temeh.
Sayangnya, pas kamu coba panggil namanya, dia sudah nggak menoleh dengan cara yang sama. Dunianya sudah berputar ke arah lain, jauh dari jangkauan pesan-pesan singkatmu yang telat itu. Dia sudah menemukan rumah baru yang lebih tahu cara menghargai tamu.
Kamu telat selangkah.
Pelajaran yang Pahit Tapi Perlu
Penyesalan itu memang berisik, apalagi kalau datangnya pas kamu lihat dia sudah tertawa bahagia bareng orang lain. Dia nggak pergi karena jahat, dia cuma butuh menyelamatkan dirinya sendiri dari rasa diabaikan yang terus-terusan kamu kasih.
Jadi, biarkan rasa perih ini menetap sebentar supaya kamu nggak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Besok-besok, kalau ada orang tulus yang datang mengetuk pintu, tolong jangan cuma dilihat lewat lubang kunci tanpa pernah dibukakan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







