5 Film Horor Thailand Berdasarkan Urban Legend Paling Mengerikan, Berani Nonton?

Industri film horor Thailand memang telah diakui dunia sebagai salah satu produsen konten paling menakutkan di Asia. Bukan sekadar mengandalkan efek kejut, sineas Thailand piawai meramu unsur budaya lokal ke dalam narasi yang mencekam.
Penggemar genre horor kerap mengakui bahwa film dari Negeri Gajah Putih memiliki ciri khas yang sulit ditemukan di negara lain. Berikut adalah 4 film horor Thailand yang mengangkat urban legend paling ditakuti, dan satu di antaranya bisa membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak.
Film Pee Mak (2013) mungkin terlihat seperti komedi romantis, namun jangan terkecoh dengan alur ceritanya. Film ini sebenarnya mengadaptasi kisah Nang Nak, sosok hantu perempuan hamil yang melegenda di Thailand.
Diceritakan seorang pria bernama Mak yang baru pulang dari medan perang kembali ke rumah tanpa menyadari istrinya telah lama meninggal. Dalam kepercayaan lokal, Nang Nak adalah arwah penasaran yang sangat posesif terhadap suaminya, menciptakan perpaduan antara kisah cinta tragis dan kengerian yang mendalam.
Selanjutnya terdapat film The Mother yang menyajikan kengerian dari sudut pandang yang berbeda. Film ini mengeksplorasi mitos Kuman Thong, sebuah praktik pemujaan arwah anak-anak yang dijadikan jimat pembawa keberuntungan bagi pemiliknya.
Cerita berfokus pada seorang wanita yang mengalami halusinasi akibat ketergantungan narkoba saat dirawat di rumah sakit. Dalam delusinya, ia bertemu dengan hantu seorang ibu yang anaknya dipaksa menjadi Kuman Thong, sebuah konsep yang sangat menakutkan bagi masyarakat lokal.
Bagi penikmat horor dengan sentuhan drama, Inhuman Kiss adalah pilihan yang tepat. Film ini memperkenalkan sosok Krasue, hantu perempuan yang tubuhnya hanya menyisakan kepala dan organ dalam yang melayang di malam hari.
Sosok Krasue dalam film ini direpresentasikan melalui karakter bernama Sai yang harus menerima takdir sebagai keturunan hantu tersebut. Jika di Indonesia kita mengenal sosok Kuyang, maka Krasue adalah padanan yang sangat mirip dengan perilaku serupa di Thailand.
Terakhir, ada antologi Phobia 2 yang mengisahkan tentang sosok Pret atau Preta. Dalam kepercayaan Thailand, Pret digambarkan sebagai sosok arwah dengan tubuh menjulang tinggi, kaki panjang, dan mulut yang sangat kecil.
Karakter Pey dalam film ini dikutuk menjadi Pret karena perilakunya yang buruk di sebuah kuil dan gemar memakan sesajen milik arwah lain. Preta sendiri merupakan entitas yang dihukum karena kejahatan masa lalu, dan masyarakat setempat bahkan menggelar festival khusus untuk memperingati keberadaan arwah ini setiap tahunnya.
Deretan film tersebut membuktikan bahwa urban legend Thailand masih menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya. Apakah Anda cukup bernyali untuk menyaksikan semuanya sendirian di rumah?
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor
















