Alvaro Arbeloa Kritik Wasit Usai Fulham Imbang Lawan MU di Liga Inggris

Manajer Fulham Alvaro Arbeloa melayangkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Peter Banks seusai timnya ditahan imbang Manchester United dengan skor 1-1 pada pekan kelima Liga Inggris di Stadion Craven Cottage, Minggu malam, 20 September 2026. Arbeloa menilai keputusan pengadil lapangan berulang kali menguntungkan tim tamu, terutama menjelang gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Setan Merah pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam laga tersebut, tuan rumah sebenarnya unggul lebih dulu berkat gol bunuh diri bek lawan, Lisandro Martinez, pada babak kedua. Kemenangan di depan mata sirna ketika penyerang tim tamu, Matheus Cunha, melepaskan tembakan yang berbelok arah setelah mengenai pemain bertahan Fulham pada menit ke-89.
Momen yang memicu kemarahan pelatih asal Spanyol itu terjadi sekitar 35 detik sebelum gol balasan tercipta. Wasit memberikan hadiah tendangan bebas kepada kubu tamu setelah gelandang tuan rumah, Cesar Palacios, dianggap melanggar Harry Maguire. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh sang manajer yang melihat kontak fisik itu tidak layak dikategorikan pelanggaran.
"Semua keputusan pelanggaran diberikan kepada mereka, dan Anda bisa melihat sebelum gol itu terjadi, pelanggaran terhadap Maguire yang berbobot 100 kilogram, setiap tiupan peluit selalu memihak lawan," ujar Arbeloa kepada Sky Sports seusai laga.
Arbeloa mensinyalir keputusan kontroversial ini berhubungan erat dengan tekanan psikologis yang dialami korps wasit setelah pertandingan derbi Manchester pekan lalu. Pada laga di Old Trafford tersebut, keputusan video assistant referee atau VAR yang mengesahkan gol penentu kemenangan Erling Haaland menuai polemik besar di ranah publik.
"Saya tahu setelah hasil pertandingan melawan Manchester City pekan lalu, mereka tidak akan membiarkan Manchester United menelan kekalahan di stadion ini," kata mantan bek Real Madrid tersebut menambahkan.
Hasil seri ini memperpanjang catatan minor klub asal London Barat tersebut yang belum pernah mengecap satu pun kemenangan sejak kompetisi musim 2026/2027 bergulir. Saat ini, klub berjuluk The Cottagers tertahan di peringkat ke-19 klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi dua poin dari lima pertandingan. Evaluasi sektor pertahanan menjadi prioritas utama karena mereka kerap kebobolan pada fase akhir laga akibat penurunan konsentrasi.
Kendati meluapkan kekecewaan di lorong stadion, pria berusia 43 tahun itu tampak lebih tenang saat memasuki ruang konferensi pers untuk menjawab pertanyaan wartawan. Ia memilih membatasi komentarnya mengenai kepemimpinan wasit guna menghindari potensi sanksi disiplin dari otoritas sepak bola Inggris, FA. Sikap hati-hati ini diambil demi menjaga fokus tim dalam menghadapi sisa kompetisi yang masih panjang.
"Kemampuan bahasa Inggris saya masih terbatas, sehingga mungkin saya menjelaskannya dengan kurang tepat dan kini saya lebih memilih untuk tidak berkomentar banyak mengenai keputusan wasit," ungkap Arbeloa kepada awak media.
Kini, jeda internasional akan menjadi kesempatan berharga bagi jajaran kepelatihan untuk membenahi efektivitas transisi permainan. Fulham dijadwalkan kembali bertanding pada 10 Oktober dengan menyambangi markas tim promosi, Ipswich Town, di Stadion Portman Road.
Setelah laga tandang tersebut, jadwal kompetisi terlihat sedikit lebih bersahabat bagi armada asuhan Arbeloa dengan dua laga beruntun melawan Hull City dan Coventry City. Sembilan poin dari tiga laga ke depan menjadi target mutlak apabila mereka ingin segera keluar dari zona degradasi.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor








