Analisis Pakar: Anomali Navigasi KM Virgo 8 Sebelum Terbalik di Laut Jawa

Pakar Teknik Pantai dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Eng Kriyo Sambodho, mengungkapkan adanya temuan anomali teknis pada sistem navigasi KM Virgo 8 sebelum kapal tersebut terbalik di Laut Jawa pada Minggu (13/9) dini hari.
Hasil analisis data hidrometeorologi dan jejak navigasi menunjukkan bahwa kondisi cuaca saat peristiwa terjadi tidak dapat dikategorikan sebagai cuaca ekstrem. Pernyataan ini sekaligus menepis anggapan publik yang sempat menyebut faktor cuaca buruk sebagai pemicu utama kecelakaan transportasi laut tersebut.
Dr Kriyo atau yang akrab disapa Dhodot merujuk pada data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang mencatat tinggi gelombang di lokasi kejadian berkisar antara 1,6 hingga 2 meter saja. Kecepatan angin tercatat berada di angka 20 knot dengan embusan atau gust mencapai 30 knot pada saat itu.
Meskipun bukan cuaca ekstrem, kondisi tersebut dikategorikan sebagai adverse marine condition atau situasi laut yang kurang bersahabat bagi kapal dengan posisi tertentu. Situasi ini dapat memicu penurunan stabilitas kapal jika orientasi kapal terhadap arah angin dan gelombang tidak terjaga dengan baik.
Dhodot menjelaskan bahwa dengan ketinggian gelombang mencapai 2 meter, air laut berisiko tinggi masuk ke dalam geladak melalui ramp door. Ramp door sendiri merupakan pintu khusus pada kapal feri atau kapal angkut yang berfungsi sebagai jalur masuk keluar kendaraan.
Jika pintu tersebut tidak tertutup dengan sempurna atau tidak kedap air, maka air yang masuk akan mengurangi stabilitas kapal secara drastis. Proses ini bisa menyebabkan kapal miring secara perlahan sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan total di tengah laut.
Analisis lebih dalam dilakukan dengan membedah rekaman Automatic Identification System (AIS) dari ITS. Data ini berhasil memetakan perubahan situasi yang drastis tepat sebelum kapal kehilangan kontak dengan pusat kendali di daratan.
Sebelum sinyal hilang di wilayah perairan Masalembu, sistem mencatat penurunan kecepatan yang signifikan hingga menyentuh angka 6 knot pada pukul 00.49 WIB. Pada saat yang sama, nakhoda kapal sempat melaporkan kondisi kapal yang mulai miring.
Pergerakan kapal juga terlihat melenceng dari jalur pelayaran semestinya menuju Banjarmasin. Perubahan haluan ini mengindikasikan adanya kendala teknis, seperti mesin mati atau kapal yang tidak lagi mampu bermanuver karena terbawa arus laut yang kuat.
Sebagai informasi, KM Virgo 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9) dengan membawa 243 orang yang terdiri dari penumpang dan kru kapal. Kapal ini juga mengangkut sebanyak 89 unit kendaraan sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa.
Proses evakuasi yang dilakukan tim gabungan berhasil menyelamatkan 108 orang, sementara 6 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Hingga saat ini, sebanyak 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian intensif oleh pihak otoritas terkait.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor











![Nvidia CEO Jensen Huang tells Trump ‘we’re not going to let [an AI slowdown] happen’](https://cdn.beritana.com/media/2026/09/nvidia-ceo-jensen-huang-tells-trump-were-not-going-to-let-an-ai-slowdown-hap.webp)





