Analisis Tiga Masalah Utama yang Menghambat Performa Juventus Awal Musim

Juventus harus menelan pil pahit setelah takluk 2-3 dari Sassuolo di Stadion Mapei pada lanjutan Serie A, Senin (14/9/2026).
Hasil buruk tersebut menempatkan Bianconeri di posisi kedelapan klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin, terpaut lima angka dari pemuncak klasemen. Kekalahan ini menjadi sorotan tajam karena gol penentu kemenangan lawan justru dicetak oleh Vasilije Adzic, pemain Juventus yang sedang menjalani masa peminjaman di Sassuolo.
Situasi ini memicu diskusi mengenai stabilitas tim di bawah asuhan Luciano Spalletti. Berdasarkan laporan Get Italian Football News, terdapat tiga kendala utama yang menyebabkan Si Nyonya Tua kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka di awal musim.
Masalah pertama berkaitan dengan hilangnya identitas permainan tim yang belum juga terbentuk sejak awal musim. Meski Spalletti memiliki rekam jejak mumpuni saat menangani Napoli dan Inter, ia tampak kesulitan menanamkan filosofi serupa di Turin.
Kurangnya karakter permainan bukanlah isu baru bagi Juventus. Persoalan ini sudah mengakar selama beberapa tahun terakhir dan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini.
Hambatan kedua datang dari krisis di sektor lini tengah yang dipicu oleh badai cedera pemain kunci. Absennya sosok jangkar yang mampu menjaga keseimbangan permainan membuat Juventus kerap kewalahan menghadapi transisi lawan.
Pape Sarr memang telah mencatatkan debut, namun kondisinya belum sepenuhnya prima setelah sempat terkendala masalah kebugaran. Begitu pula dengan Weston McKennie yang harus absen, membuat ketergantungan tim pada kehadiran Manuel Locatelli menjadi sangat besar.
Performa gelandang lainnya, Douglas Luiz dan Teun Koopmeiners, juga belum memberikan kontribusi maksimal di lapangan. Penampilan mereka dalam beberapa laga terakhir dinilai mengecewakan dan jauh dari ekspektasi manajemen klub.
Faktor ketiga adalah tumpulnya lini depan yang menjadi sorotan paling serius bagi pendukung setia Juventus. Randal Kolo Muani, yang diharapkan menjadi mesin gol utama, hingga kini belum mampu mencatatkan namanya di papan skor.
Meskipun Kolo Muani sempat menyumbang assist saat melawan Sassuolo, efektivitas umpannya masih dianggap rendah. Ketajaman penyerang asal Prancis ini terus dipertanyakan oleh tim pelatih di setiap sesi evaluasi.
Ketergantungan Juventus pada gol dari pemain belakang seperti Bremer dan Federico Gatti dinilai sebagai fenomena yang tidak lazim bagi klub sebesar mereka. Kehadiran rekrutan baru, Nick Woltemade, diharapkan mampu memberikan solusi, namun pemain tersebut belum pernah mendapatkan kesempatan menjadi starter hingga saat ini.
Baca juga tulisan lainnya dari Dimas Ardianto
Penulis: Dimas Ardianto
Editor: Beritana Editor













