Langsung ke konten
beritana

Anthropic Rilis Claude Fable 5, AI Generatif yang Bisa Membuat Gim Video Unik dari Perintah Teks

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaTech
Anthropic’s Fable 5 can make weirdly fun video games with the click of a button
Image Credits:Ethan Mollick

Anthropic secara resmi telah merilis Claude Fable 5, versi pertama yang tersedia untuk publik dari model Mythos yang selama ini sangat dinantikan. Model kecerdasan buatan (AI) generatif ini menunjukkan kapabilitas mengejutkan, termasuk kemampuan menciptakan beragam gim video hanya dengan satu perintah.

Ethan Mollick, seorang peneliti AI terkemuka dan akademisi dari University of Pennsylvania, telah menguji coba model ini dan mengaku sangat terhibur. Hasil pengujiannya memberikan gambaran jelas mengenai potensi Fable 5.

Dalam pengujiannya, Mollick menulis di platform blognya, Substack, bahwa Fable secara konsisten “mengungguli hampir semua model publik lain yang pernah saya gunakan dengan selisih yang cukup besar.” Ia menambahkan, model ini “mampu mengatasi berbagai masalah dan menghasilkan beberapa hasil yang mengejutkan, bahkan dapat bekerja hingga belasan jam untuk mengeksekusi spesifikasi multi-halaman.”

Salah satu pencapaian paling mencolok adalah kemampuan Mollick menggunakan Fable untuk menciptakan berbagai gim video, yang semuanya dihasilkan hanya melalui “satu perintah awal” di Claude Code.

Di antara gim tersebut, ada Snake, sebuah gim seperti yang kita kenal. Pemain berperan sebagai ular mirip Pac-Man yang berkeliaran memakan apel. Ular tidak pernah berhenti bergerak, dan jika keluar dari layar, pemain akan mati. Desainnya sangat mengingatkan pada gim arkade tahun 1980-an, namun anehnya sangat adiktif.

Kemudian ada Strata, di mana pemain menjelajahi jaringan terowongan bawah tanah yang seolah tak berujung dengan tujuan menyalakan lentera sebanyak mungkin. Grafisnya memang tampak usang, seperti versi terdegradasi dari gim Myst, namun fakta bahwa gim ini bisa ada hanya dari satu perintah sangatlah mengesankan.

Mollick bahkan berhasil menciptakan Duino, sebuah gim yang didasarkan pada Duino Elegies, kumpulan puisi terkenal karya penyair Rainer Maria Rilke. Animasi di sini digambarkan paling baik, di mana pemain adalah sosok tunggal dalam lanskap malam. Meskipun demikian, permainan ini hanya menawarkan aktivitas berjalan-jalan sambil melihat kutipan Rilke muncul di layar.

Selain berbagai gim instan yang Mollick hasilkan, ia juga menggunakan Fable untuk membuat peta isokronik, yakni visualisasi yang menunjukkan berapa lama waktu tempuh antara dua lokasi. Akurasi dan detail yang dihasilkan sangat memukau.

Implikasi dari inovasi ini cukup jelas. Proyek perangkat lunak yang sebelumnya membutuhkan seluruh tim, seperti gim, alat pemetaan, atau spesifikasi yang sangat kompleks, kini dapat dibuat hanya dari satu perintah. Ini menjadi alasan bagi para “vibe coders” atau mereka yang menulis kode karena semangat dan hobi untuk bersukacita.

Bagi para pendiri dan operator yang mengamati kurva kapabilitas AI, ini adalah data penting tentang seberapa cepat batas kemampuan teknologi ini meningkat.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update