Langsung ke konten
beritana
Breaking

AS dan Iran Sepakati Redakan Ketegangan Pasca-Serangan di Selat Hormuz

Foto Beritana UpdateBeritana Update2 menit bacaWorld
US says it has agreed to 'stand down' after exchange of strikes with Iran
Foto: BBC World

Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan telah sepakat untuk meredakan ketegangan setelah saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Kesepakatan ini terjadi menyusul serangkaian insiden di Selat Hormuz, di mana kedua negara saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada CBS News, mitra BBC di Amerika Serikat, bahwa kapal-kapal kini dapat berlayar melalui jalur perairan tersebut "dengan bebas". Pejabat itu juga menambahkan, pembicaraan lanjutan untuk mengakhiri konflik akan terus berlanjut.

Hingga kini, Iran belum memberikan komentar terkait laporan kesepakatan untuk menghentikan serangan di selat tersebut.

Ketegangan terbaru ini muncul setelah pada 17 Juni lalu, AS dan Iran menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) berisi 14 poin. MoU tersebut mencakup "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini". Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Iran telah setuju untuk berupaya maksimal demi "lalu lintas aman kapal-kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari".

Namun, gencatan senjata yang disepakati kurang dari dua minggu sebelumnya itu kembali terancam dalam beberapa hari terakhir. Ancaman muncul akibat adanya serangan balasan dari kedua belah pihak.

Serangan kembali pecah pada Kamis setelah proyektil Iran menghantam sebuah kapal kargo di Selat Hormuz. Merespons insiden itu, pada akhir pekan AS membalas dengan serangkaian serangan ke Iran, menargetkan sejumlah sasaran yang disebut oleh Komando Pusat AS (Centcom) sebagai respons langsung terhadap "agresi berkelanjutan" terhadap pelayaran komersial.

Pada Sabtu, Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. Meskipun demikian, AS menyatakan tidak ada serangan yang mencapai target dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

Selat Hormuz merupakan jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas. Jalur ini sempat ditutup secara efektif oleh Teheran setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada akhir Februari lalu.

Di tengah gejolak ini, pada Jumat lalu AS juga memediasi penandatanganan kerangka perjanjian antara Israel dan Lebanon. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk membuka jalan menuju perdamaian abadi, meskipun gencatan senjata ini juga tampak goyah akibat pertempuran berkelanjutan antara pasukan Israel dan Hezbollah, kelompok yang didukung Iran di Lebanon selatan.

Pemimpin kelompok militan Hezbollah di Lebanon telah menolak perjanjian tersebut. Ia menuduh pemerintah Beirut merusak kedaulatan Lebanon.

Pada Minggu, dua hari setelah perjanjian ditandatangani, tentara Israel menyatakan telah menyerang sebuah terowongan sepanjang 200 meter di Lebanon selatan. Terowongan tersebut, yang diklaim digunakan oleh Hezbollah, disebut berisi ratusan senjata. AS telah diinformasikan sebelum serangan ini, menurut pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz.

Teheran menegaskan, permusuhan di Lebanon harus dihentikan agar kesepakatan gencatan senjata yang lebih luas dapat bertahan.

Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update