ASEAN Bersatu: Strategi Baru Hadapi Ancaman Cyberscam Global

Negara-negara anggota ASEAN kini menyatukan langkah untuk melawan cyberscam, industri kejahatan yang telah berkembang terlalu besar dan terhubung erat dalam ekonomi regional. Ancaman penipuan siber ini mendesak kawasan untuk beralih dari penanganan individual menjadi strategi bersama yang komprehensif.
Sebelumnya, penanganan kejahatan siber lebih banyak bersifat kepolisian, namun kartel penipuan siber internasional terus merajalela. Industri ilegal ini memanfaatkan sistem perbankan global, kripto, jaringan telekomunikasi, perusahaan cangkang, dan bahkan rute perdagangan manusia. Profesor Hai Luong dari Griffith University menyebut cyberscam kini adalah ancaman keamanan ekonomi, bukan lagi sekadar masalah kejahatan siber konvensional.
Tanda-tanda perubahan terlihat dari pertemuan Thailand dan Myanmar yang sepakat menindak pusat penipuan dan bertukar informasi. Indonesia juga mengusulkan gugus tugas gabungan, dengan Presiden Prabowo dan PM Charnvirakul menegaskan pentingnya kepemimpinan kedua negara dalam memperkuat ketahanan ASEAN. Kerugian global akibat cyberscam diperkirakan mencapai $88,3 miliar hingga $114,1 miliar pada tahun 2025, angka yang mencerminkan urgensi tindakan kolektif.
Tekanan internasional dari AS dan Uni Eropa, termasuk sanksi terhadap entitas seperti Prince Group di Kamboja, turut mendorong respons regional. Kamboja sendiri mengakui dampak buruk ekonomi dari penipuan siber dan telah memperketat pengawasan sektor keuangan. Singapura juga memperluas berbagi informasi dan memperkuat pembatasan layanan untuk pelaku kejahatan.
Meskipun ada kemajuan, fragmentasi masih menjadi kelemahan terbesar ASEAN. Sophal Ear dari Arizona State University menyatakan, "Organisasi kriminal beroperasi mulus lintas batas sementara pemerintah merespons melalui lembaga terpisah." Para ahli menekankan pendekatan holistik yang menargetkan seluruh model bisnis sindikat, mulai dari infrastruktur keuangan hingga rantai pasok tenaga kerja, bukan hanya pelaku individual.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










