Atap Runtuh di Pakistan Tewaskan 14 Anak di Pusat Bimbingan Belajar

Sebanyak 14 anak tewas akibat insiden atap runtuh di Pakistan yang menimpa sebuah gedung bimbingan belajar di pinggiran kota Lahore. Peristiwa tragis ini terjadi saat para siswa yang sebagian besar berusia di bawah sepuluh tahun sedang mengikuti kelas sore.
Otoritas setempat langsung menahan dua orang untuk dimintai pertanggungjawaban dalam penyelidikan awal runtuhnya bangunan di wilayah Kahna tersebut.
Pusat layanan darurat Rescue 1122 menerima laporan bencana ini pada pukul 16.45 waktu setempat. Juru bicara Rescue 1122, Farooq Ahmed, menjelaskan bahwa proses evakuasi berhasil diselesaikan dalam waktu satu jam saja. Sebagian besar korban yang berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan tersebut berusia antara tujuh hingga sebelas tahun.
"Mereka menaruh beban terlalu berat di atas atap, itulah penyebab bencana ini terjadi," ujar Zaheer, seorang warga berusia 45 tahun yang kehilangan keponakannya dalam musibah tersebut.
Menurut penuturannya kepada kantor berita AFP, bagian atap gedung memang sudah dalam kondisi rusak sebelum kejadian. Di saat anak-anak sedang belajar di dalam ruangan, pekerja justru tengah memasang ubin tambahan di bagian atas struktur bangunan.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari warga sekitar tempat kejadian perkara. Salah seorang penduduk mengungkapkan kebingungannya karena banyaknya tetangga yang berduka dalam waktu bersamaan. Mereka kesulitan memutuskan rumah keluarga mana yang harus didatangi terlebih dahulu untuk menyampaikan bela sungkawa.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan rasa duka cita mendalam dan menginstruksikan jajarannya memberikan bantuan medis terbaik bagi korban luka.
Menteri Besar Punjab, Maryam Nawaz Sharif, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang sangat menyayat hati. Di Pakistan, posisi Menteri Besar setara dengan kepala pemerintahan tingkat provinsi yang memiliki otoritas eksekutif daerah. Melalui pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa setiap pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian tersebut akan menghadapi tindakan hukum yang tegas.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor









