Badai Cedera AC Milan: Jadwal Padat Oktober 2026 Uji Kedalaman Skuad Rossoneri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351094/original/086316900_1789639759-ramos.jpg)
AC Milan tengah menghadapi situasi sulit saat memasuki periode krusial musim 2026. Rossoneri dijadwalkan melakoni tujuh pertandingan dalam rentang waktu hanya 21 hari, sebuah jadwal yang menuntut kebugaran fisik prima dari setiap pemain.
Masalah kian pelik karena badai cedera kembali menyerang ruang ganti Milan di saat yang tidak tepat.
Kabar paling mencemaskan datang dari Alexis Saelemaekers. Gelandang asal Belgia ini mengalami cedera pergelangan kaki saat menjalani sesi latihan rutin.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi pergelangan kakinya kehilangan stabilitas, yang merupakan area cedera serupa dua tahun lalu. Dokter tim kini mempertimbangkan opsi operasi, yang berarti Saelemaekers berpotensi absen hingga tahun 2027.
Kehilangan ini bukan sekadar kehilangan seorang pemain biasa. Saelemaekers dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu mengisi empat posisi berbeda dalam skema taktik pelatih.
Absennya pemain ini mengurangi fleksibilitas strategi Milan di lapangan. Pelatih kini harus memutar otak untuk menambal lubang yang ditinggalkan di saat intensitas pertandingan sedang tinggi-tingginya.
Selain Saelemaekers, sektor pertahanan Milan juga diliputi keraguan terkait kondisi Pervis Estupinan. Bek asal Ekuador ini dilaporkan mengalami masalah pada bagian lutut.
Meskipun pihak medis klub mengategorikan cedera tersebut sebagai masalah ringan, pemeriksaan lebih mendalam tetap perlu dilakukan. Estupinan adalah pemain penting dalam rotasi dengan catatan hampir 300 menit bermain musim ini.
Situasi tidak lebih baik menimpa Strahinja Pavlovic yang memperkuat tim nasional Serbia. Ia sempat terlihat pincang sebelum akhirnya tetap tampil penuh selama 90 menit melawan Belanda.
Kelelahan ekstrem akibat jadwal padat antarnegara dan klub kini menjadi ancaman nyata. Milan harus memastikan bahwa memaksakan pemain tampil dalam kondisi cedera tidak akan berdampak buruk pada durasi pemulihan mereka di masa depan.
Di lini serang, beban tanggung jawab kini bertumpu pada pemain seperti Diego Moreira, Christian Pulisic, serta Alphadjo Cisse. Namun, kebugaran mereka pun masih dipertanyakan.
Pulisic baru saja kembali dari pemulihan cedera panjang, sementara Cisse secara terbuka mengakui kondisi fisiknya belum mencapai performa 100 persen. Kedalaman skuad akan menjadi penentu utama apakah Milan mampu bertahan melewati badai ini tanpa kehilangan terlalu banyak poin di klasemen.
Sejarah menunjukkan bahwa Milan sering kesulitan saat didera krisis pemain. Pada musim 2024-25 saja, terdapat 33 kasus cedera yang mengganggu konsistensi permainan tim sepanjang musim.
Manajemen klub kini berada di bawah tekanan untuk meracik strategi rotasi yang efektif. Kegagalan dalam mengelola kebugaran pemain selama Oktober 2026 bisa berakibat fatal bagi ambisi mereka di Serie A maupun kompetisi Eropa.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367896/original/078151300_1791366398-messi.jpg)








![Kaitan Aneh Iklan Googlebook Henry Cavill dengan Insiden Kumis Justice League Justice League all over again; Henry Cavill’s mustache vanishes in new Googlebook promo [Video]](https://cdn.beritana.com/media/2026/10/justice-league-all-over-again-henry-cavills-mustache-vanishes-in-new-googleboo.webp)
