Bukan Hanya Makanan, 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Picu Lonjakan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali dikaitkan dengan pola konsumsi makanan yang tidak sehat. Padahal, terdapat sejumlah kebiasaan sehari-hari yang tampak sepele namun memiliki dampak signifikan terhadap fluktuasi tekanan darah seseorang.
Pengabaian terhadap rutinitas harian yang tidak sehat ini dapat berisiko meningkatkan ancaman penyakit kardiovaskular secara jangka panjang. Pemahaman mengenai faktor pemicu di luar aspek diet menjadi langkah awal yang baik dalam menjaga kesehatan jantung.
Durasi tidur yang kurang dari tujuh jam per malam merupakan salah satu faktor utama pengganggu keseimbangan hormon tubuh. Berdasarkan data dari laman Verywellhealth, kurang tidur akan mengaktifkan respons stres yang secara langsung memicu kenaikan tekanan darah.
Kondisi ini semakin diperparah jika seseorang menderita gangguan tidur kronis seperti sleep apnea. Penderita dengan kondisi tersebut cenderung memiliki tekanan darah tinggi yang lebih sulit dikendalikan dibandingkan orang dengan pola tidur normal.
Selain masalah istirahat, manajemen stres memegang peranan yang tidak kalah krusial bagi stabilitas detak jantung. Stres yang berkepanjangan memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin ke dalam aliran darah.
Peningkatan hormon tersebut menyebabkan pembuluh darah mengalami penyempitan. Akibatnya, jantung harus bekerja jauh lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tekanan darah meningkat.
Kebiasaan lain yang sering diabaikan adalah kurangnya konsumsi air putih setiap hari. Laman kesehatan Health menyebutkan bahwa dehidrasi ringan sekalipun memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah.
Para ahli kesehatan merekomendasikan asupan cairan harian sebesar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita. Hidrasi yang tercukupi membantu menjaga elastisitas serta aliran darah tetap optimal.
Konsumsi obat-obatan tertentu serta suplemen herbal juga harus diwaspadai karena efek sampingnya. Beberapa jenis dekongestan, obat antiinflamasi nonsteroid, hingga suplemen berbahan ginkgo dan akar manis dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem kardiovaskular.
Di sisi lain, kebiasaan mengonsumsi kafein dan alkohol secara berlebihan secara nyata berdampak pada sistem saraf. Kafein dapat memicu kenaikan tekanan darah secara instan pada kelompok orang tertentu, sementara alkohol berpengaruh baik secara akut maupun jangka panjang.
Efek serupa ditimbulkan oleh kebiasaan merokok yang memasukkan nikotin ke dalam aliran darah. Nikotin merangsang sistem saraf simpatik secara langsung sehingga menyebabkan pembuluh darah menyempit seketika dan membuat dinding pembuluh menjadi lebih kaku.
Terakhir, kurangnya aktivitas fisik atau terlalu banyak duduk memberikan kontribusi besar terhadap kenaikan berat badan. Olahraga aerobik secara rutin terbukti mampu menurunkan tekanan sistolik dan diastolik rata-rata sebesar 5 sampai 7 mmHg.
Menerapkan pola hidup sehat tidak cukup hanya dengan memilih jenis asupan nutrisi saja. Seluruh kebiasaan harian ini harus dikelola dengan baik untuk memastikan kesehatan jantung tetap terjaga dalam jangka panjang.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)







