Circle Gandeng DJ Khaled dalam Proyek USDC dan Menuai Kecaman Komunitas Kripto

Circle, perusahaan penerbit stablecoin USDC, membuat heboh jagat media sosial X setelah menyambut DJ Khaled ke dalam tim mereka.
Unggahan tersebut menampilkan foto sang rapper mengenakan jersey klub sepak bola Chelsea dengan logo USDC terpampang di bagian dada. Akun resmi Circle menyematkan keterangan bertuliskan Another one, yang merujuk pada jargon khas DJ Khaled.
CEO Circle, Jeremy Allaire, turut mempertegas dukungan tersebut melalui cuitan yang secara spesifik menyapa sang musisi. Namun, tidak ada penjelasan resmi mengenai adanya kontrak kerja sama, peran duta merek, atau aliran dana di balik kemunculan konten tersebut.
Keterlibatan DJ Khaled ini tampak merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Circle dan Chelsea. Perlu diketahui, Circle merupakan sponsor utama di bagian depan kostum Chelsea, sementara DJ Khaled sempat tampil dalam kampanye promosi klub tersebut bekerja sama dengan Roc Nation pada Mei lalu.
Meski tidak ada bukti transaksi finansial, reaksi keras langsung muncul dari para penggiat aset digital di media sosial. Mereka mengungkit rekam jejak DJ Khaled yang sempat terjerat masalah hukum terkait promosi aset kripto di masa lalu.
Joseph Schiarizzi, salah satu pengguna X, secara terbuka meminta perusahaan untuk tidak bekerja sama dengan figur publik yang pernah dijatuhi sanksi oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat atau SEC. Schiarizzi merujuk pada kasus promosi ICO Centra Tech yang terbukti sebagai aksi penipuan besar-besaran.
Pada 2018, DJ Khaled tercatat harus membayar denda lebih dari USD 150.000 atau sekitar Rp2,3 miliar karena tidak mengungkapkan bayaran yang diterimanya saat mempromosikan token Centra. Pihak otoritas menyatakan ia melanggar aturan karena mempromosikan investasi tanpa transparansi mengenai imbalan finansial yang didapat.
Kasus Centra sendiri merupakan skandal kelam dalam industri aset digital di mana para pendirinya divonis penjara setelah terbukti menipu investor hingga lebih dari USD 25 juta atau setara Rp390 miliar. Proyek tersebut bahkan sempat diulas dalam film dokumenter Bitconned yang ditayangkan di Netflix.
Kritik pedas juga datang dari mantan petinggi Metamask, Taylor Monahan, yang mempertanyakan keputusan Circle melibatkan sosok dengan latar belakang kontroversial tersebut. Komunitas kripto menilai langkah ini mencederai citra perusahaan yang berniat membangun kepercayaan pada ekosistem stablecoin.
Meskipun masa berlaku sanksi larangan promosi sekuritas bagi DJ Khaled telah berakhir pada November 2020, memori kolektif netizen tampaknya sulit menghapus insiden tersebut. Kejadian ini mencerminkan betapa sensitifnya komunitas kripto terhadap keterlibatan selebritas dalam proyek teknologi keuangan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












