:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370186/original/018481500_1791591994-000_D2TG3UP.jpg)
Penyerang Al Nassr, Cristiano Ronaldo, menggenapi rekor gol profesionalnya menjadi 980 gol usai membobol gawang Al Diriyah dalam lanjutan Saudi Pro League. Kemenangan 3-0 Al Nassr pada Sabtu (10/10/2026) dini hari WIB ini diwarnai aksi dukungan penuh suporter setelah Ronaldo terlibat perselisihan dengan Tim Nasional Portugal.
Pertandingan di Stadion Al Awwal Park tersebut menjadi panggung pembuktian sang kapten yang kembali merumput di tingkat klub.
Sebelum laga dimulai, pendukung tuan rumah membentangkan spanduk raksasa bertuliskan "Greatness Is Earned" yang dilengkapi angka nomor punggung tujuh. Gelombang simpati berlanjut saat stadion bergemuruh menyanyikan nama bintang berusia 41 tahun itu tepat pada menit ketujuh. Aksi solidaritas ini lahir sebagai respons atas gejolak yang dialami sang pemain di panggung internasional sepanjang pekan lalu.
Ronaldo menjawab sambutan hangat publik Riyadh dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-23. Gol tersebut berawal dari tusukan tajam mantan pemain Bayern Munchen, Kingsley Coman, yang tembakannya gagal ditangkap sempurna oleh kiper Al Diriyah, Waleed Ali.
Bola liar di dalam kotak penalti langsung disambar Ronaldo untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Al Nassr memperlebar keunggulan melalui gol Samu Costa pada menit ke-35 memanfaatkan kelenggaran lini pertahanan lawan. Coman kemudian menyempurnakan performa impresifnya malam itu dengan mencetak gol penutup pada menit ke-77. Kemenangan tiga gol tanpa balas ini menempatkan Al Nassr di papan atas klasemen sementara, menempel ketat Al Qadsiah yang unggul selisih gol.
Kehadiran pemain berpengalaman seperti Coman di sektor sayap turut memberi variasi serangan yang memanjakan Ronaldo di lini depan. Skema permainan cepat dari lini kedua terbukti ampuh membongkar pertahanan rapat lawan dalam beberapa laga terakhir.
Sorotan terhadap mantan pemain Real Madrid dan Manchester United ini dipicu oleh keputusannya meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Perselisihan bermula ketika Ronaldo tidak diturunkan pelatih Jorge Jesus dalam laga UEFA Nations League melawan Norwegia, yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Portugal pada 27 September 2026.
Usai laga tersebut, Ronaldo secara terbuka menyatakan bahwa Jesus telah mengingkari janji yang disepakati sebelumnya. Hubungan keduanya menarik perhatian media mengingat Jesus merupakan pelatih yang membawa Ronaldo dan Al Nassr merengkuh gelar juara Liga Arab Saudi musim lalu. Meski sudah mengantongi rekor 146 gol dalam 234 penampilan bersama timnas, posisi Ronaldo kini berisiko menghadapi sanksi dari Federasi Sepak Bola Portugal.
Awal pekan ini, ia menegaskan komitmennya untuk tetap membela negaranya apabila masih dibutuhkan dalam kompetisi internasional.
Tambahan satu gol ke gawang Al Diriyah makin mendekatkan Ronaldo pada target monumental 1.000 gol sepanjang karier profesionalnya. Dari total 980 gol yang sudah dikumpulkan, Ronaldo mengemas 782 gol di tingkat klub serta 146 gol bersama Timnas Portugal. Konsistensi ketajaman sang pemain di usia 41 tahun menunjukkan efektivitas perannya sebagai finisher utama dalam skema penyerangan Al Nassr.
Usai pertandingan, Ronaldo mengunggah foto perayaan golnya di media sosial dengan pernyataan singkat mengenai fokusnya ke depan. "Tugas selesai. Lanjut ke pertandingan berikutnya," tulis pemain yang mengawali kariernya di Sporting CP tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor