Daftar Pembicara TechCrunch Disrupt 2026: Mengintip Masa Depan Teknologi Dunia

Ajang TechCrunch Disrupt 2026 segera hadir di Moscone West, San Francisco, pada 13 hingga 15 Oktober mendatang. Konferensi ini menjadi panggung utama bagi para pendiri perusahaan rintisan, CEO, serta investor global untuk membedah arah perkembangan ekosistem teknologi di masa depan.
Selama tiga hari, Disrupt Stage akan menghadirkan tokoh kunci yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari kecerdasan buatan, robotika, hingga bioteknologi. Mereka akan berbagi wawasan mengenai tantangan industri yang jarang dibahas di forum lain.
Salah satu agenda yang paling dinanti adalah kehadiran CEO Rivian, RJ Scaringe. Ia akan menjelaskan proses di balik pembangunan perusahaan yang mampu merancang dan memproduksi perangkat keras kompleks secara skala besar.
Sementara itu, CEO Cerebras, Andrew Feldman, dijadwalkan mengupas isu keterbatasan komputasi dalam pengembangan AI. Diskusi ini relevan bagi pelaku industri yang mempertanyakan keberlanjutan ekspansi model kecerdasan buatan di tengah kebutuhan energi yang masif.
Sektor modal ventura juga mendapatkan porsi besar melalui kehadiran lima mitra dari Benchmark. Mereka akan memberikan pandangan langka mengenai peta jalan investasi di Silicon Valley, sebuah kawasan di California yang menjadi pusat inovasi teknologi global.
Selain pembahasan mengenai modal dan bisnis, panggung ini akan menyoroti inovasi radikal. Anna Goldie dan Azalia Mirhoseini dari Ricursive Intelligence akan memaparkan potensi sistem AI yang mampu merancang perangkat kerasnya sendiri, sebuah langkah yang dapat mengubah struktur industri semikonduktor secara permanen.
Panos Panay dari Amazon juga akan hadir untuk membahas masa depan perangkat seluler setelah era ponsel pintar berakhir. Sesi ini diperkirakan menjadi ajang pamer teknologi baru yang sedang dikembangkan oleh raksasa e-dagang tersebut.
Sisi lain konferensi ini mencakup kompetisi Startup Battlefield 200, di mana para pendiri perusahaan rintisan generasi baru akan memperebutkan pendanaan sebesar USD 100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar. Dana ini diberikan tanpa syarat ekuitas, menjadikannya salah satu kompetisi paling bergengsi bagi inovator muda.
Tidak hanya itu, peserta dapat mengikuti lebih dari 200 sesi yang melibatkan 250 pemimpin industri. Ajang ini menargetkan kehadiran lebih dari 10.000 peserta yang terdiri dari pengembang, pemodal ventura, serta pegiat teknologi dari seluruh dunia.
Bagi mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja, penyelenggara menyediakan akses Expo+ Pass dengan harga khusus sebesar USD 75 atau sekitar Rp1,1 juta. Langkah ini diambil untuk memberikan peluang bagi talenta yang sedang mencari arah karier baru di ekosistem digital.
Kehadiran figur publik seperti Mark Wahlberg, yang kini merambah dunia investasi, semakin mempertegas bahwa teknologi telah menjadi pusat perhatian lintas profesi. Ia akan berbagi pengalaman bagaimana membangun portofolio bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









