Debut Impian Michael Kayode bersama Timnas Italia di UEFA Nations League

Michael Kayode menjalani debut impian bersama Timnas Italia dalam pertandingan UEFA Nations League melawan Turki di Bursa, Selasa (29/9) dini hari WIB. Bek sayap berusia 22 tahun ini tampil memukau saat Gli Azzurri melumat tuan rumah dengan skor telak 4-1.
Kesempatan emas ini dimanfaatkan Kayode dengan sangat maksimal. Bermain di level senior untuk pertama kalinya, pemain yang kini merumput di Brentford tersebut langsung memberikan kontribusi nyata bagi permainan agresif Italia.
Peran vital Kayode terlihat jelas dalam proses terciptanya gol. Ia memaksa kiper Turki melakukan penyelamatan tidak sempurna yang kemudian disambar Davide Frattesi menjadi gol.
Tidak berhenti di situ, Kayode mencatatkan namanya sendiri di papan skor. Ia berhasil membobol gawang Turki melalui skema serangan yang rapi, menutup laga dengan catatan statistik yang sangat impresif untuk ukuran seorang pemain debutan.
Selain ketajaman di depan gawang, Kayode membawa senjata khas dari Premier League ke lapangan hijau Eropa. Ia memamerkan kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan.
Teknik ini menjadi variasi serangan baru bagi Italia, setelah sebelumnya kerap mengandalkan pola permainan umpan pendek. Kayode mengaku lemparan tersebut merupakan hasil latihan intensif yang ia bawa langsung dari Inggris.
Kemenangan besar 4-1 atas Turki ini menjadi respons krusial Italia setelah menelan kekalahan 0-2 dari Belgia pada laga sebelumnya. Pelatih Roberto Mancini melakukan perombakan besar dengan delapan perubahan susunan pemain utama yang terbukti efektif meningkatkan daya serang tim.
Gol-gol kemenangan Italia masing-masing dicetak oleh Alessandro Bastoni, Davide Frattesi, Michael Kayode, dan ditutup oleh Francesco Pio Esposito. Turki hanya mampu mencetak satu gol hiburan melalui Baris Alper Yilmaz.
Kayode mengaku tidak menyangka debutnya di tim senior akan berjalan seistimewa itu. Ia mengungkapkan rasa bahagianya saat diwawancarai oleh RAI Sport, stasiun televisi publik Italia, seusai pertandingan berakhir di Stadion Bursa Metropolitan.
Kini, fokus Italia beralih pada laga berikutnya menghadapi Prancis. Pertandingan tersebut diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad muda asuhan Mancini setelah mendapatkan suntikan kepercayaan diri di Turki.
Kayode memandang duel kontra Prancis sebagai pembuktian level permainan Italia. Ia berharap timnya mampu menjaga momentum positif ini untuk menunjukkan perkembangan performa di panggung internasional yang lebih luas.
Laga UEFA Nations League sendiri merupakan kompetisi antarnegara Eropa yang mempertemukan tim-tim terbaik dalam format liga berjenjang. Turnamen ini menjadi ajang pemanasan sekaligus perebutan trofi bergengsi selain turnamen utama seperti Euro atau Piala Dunia.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566998/original/061616400_1694076572-000_APP2001040834031.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360352/original/036757100_1790629693-000_C9LK8WL-Turki_Italia.jpg)










