Deezer Resmi Izinkan Pengguna Blokir Musik Buatan AI dari Playlist

Layanan streaming musik asal Prancis, Deezer, mengambil langkah berani dalam merespons membanjirnya konten audio hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di platform mereka.
Pengguna kini diberikan kendali penuh untuk menyaring dan menghapus musik buatan AI dari pengalaman mendengarkan mereka. Kebijakan ini hadir sebagai upaya menjaga orisinalitas karya musisi manusia di tengah gempuran teknologi generatif.
Keputusan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang kian mendalam di industri kreatif terkait hak cipta dan nilai seni. Banyak musisi merasa posisi mereka terancam oleh lagu-lagu yang dihasilkan algoritma tanpa keterlibatan emosional manusia.
Deezer berupaya membedakan antara konten yang benar-benar melibatkan kreativitas manusia dengan materi hasil olahan mesin. Inisiatif ini juga berfungsi untuk menekan jumlah spam lagu-lagu generik yang membanjiri platform streaming global belakangan ini.
Langkah ini sebenarnya bukan pertama kalinya perusahaan musik mencoba menanggapi tren AI yang kontroversial. Sebelumnya, beberapa label besar seperti Universal Music Group juga mendesak platform streaming untuk membatasi akses AI ke katalog lagu milik artis mereka.
Fitur baru dari Deezer ini memungkinkan penyaringan yang lebih presisi pada daftar putar pribadi pengguna. Hal tersebut memastikan bahwa audiens hanya akan disuguhkan karya musik yang lahir dari proses kreatif musisi sesungguhnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)









