Eksodus Eksekutif Kunci Guncang OpenAI Jelang IPO Tertunda

OpenAI kembali mengalami kepergian eksekutif kunci, memperpanjang daftar panjang talenta senior yang meninggalkan perusahaan. Kali ini, Chris Malone, kepala strategi pusat data OpenAI yang sangat vital, telah memutuskan untuk mundur.
Malone, yang memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di Google dan lima tahun di Meta, bergabung dengan OpenAI pada Maret tahun lalu. Masa jabatannya yang relatif singkat ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengingat perannya dalam eksekusi strategi pusat data perusahaan dan kaitannya dengan proyek Stargate senilai $500 juta.
Terkait mundurnya Malone, OpenAI menyatakan telah “baru-baru ini melakukan reorganisasi organisasi infrastruktur kami untuk mendukung skala dan laju pekerjaan kami.” Perusahaan menambahkan, “Kami memiliki tim pusat data yang kuat dan sangat berpengalaman, dengan kepemimpinan yang jelas serta keahlian teknis untuk melaksanakan rencana kami.”
Sebagai bagian dari reorganisasi tersebut, Malone tidak lagi melapor langsung kepada Presiden OpenAI Greg Brockman, melainkan kepada Wakil Presiden Sachin Katti. Sejumlah eksekutif lain, termasuk Uday Ruddarraju, Brent Mayo, dan Spas Lazarov, kini juga mengawasi strategi pusat data.
Kepergian Malone hanyalah satu dari serangkaian eksodus yang lebih besar. Lebih dari selusin eksekutif senior telah meninggalkan OpenAI sepanjang tahun ini, sebuah angka yang mengkhawatirkan bagi perusahaan sekelasnya.
Beberapa nama besar yang mundur termasuk Denise Dresser, Chief Revenue Officer, yang baru menjabat delapan bulan, dan Brad Lightcap, Chief Operating Officer yang telah lama mengabdi. Fidji Simo, yang menjabat sebagai kepala produk dan bisnis, juga mengundurkan diri karena alasan kesehatan, meskipun tetap dalam peran penasihat.
Gelombang kepergian ini memicu pertanyaan serius, khususnya saat OpenAI bersiap untuk penawaran umum perdana (IPO) yang kini dilaporkan diundur hingga 2027. Keraguan muncul mengenai valuasi perusahaan dan profitabilitasnya yang mungkin tidak sepadan dengan investasi besar yang diterima, dan eksodus talenta ini tentu tidak meredakan keraguan tersebut.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)











