Elon Musk Jadi Triliuner Pertama Dunia Usai SpaceX Melantai di Bursa Saham

Elon Musk resmi mencatatkan sejarah sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan menembus angka satu triliun dolar AS.
Pencapaian fantastis ini terjadi setelah SpaceX, perusahaan roket miliknya, melantai di bursa saham Nasdaq dengan debut pasar yang memecahkan rekor. Nilai perusahaan tersebut langsung melonjak hingga mencapai 2,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp35.500 triliun pada perdagangan perdana.
Bloomberg mencatat bahwa total kekayaan bersih pria yang juga memimpin Tesla ini kini mencapai 1,11 triliun dolar AS (sekitar Rp17.900 triliun). Angka tersebut menempatkan Musk jauh di atas para miliarder lain di dunia. Kekayaan ini sebagian besar tersimpan dalam bentuk saham di Tesla dan SpaceX.
Antusiasme investor terhadap penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) SpaceX sangat tinggi. Saham perusahaan dibuka pada harga 150 dolar AS, melampaui harga penawaran awal yang dipatok sebesar 135 dolar AS per lembar.
Kendati memiliki nilai aset yang fantastis, Musk tidak bisa langsung menjual saham SpaceX miliknya dalam waktu dekat karena terikat aturan penguncian selama satu tahun. Kondisi ini membuat status triliuner yang disandangnya saat ini lebih bersifat teoretis di atas kertas.
Kinerja finansial SpaceX sendiri saat ini belum mencatatkan keuntungan. Perusahaan tercatat mengalami kerugian operasional lebih dari 9 miliar dolar AS selama 2025 dan 2026 karena tingginya investasi pada pengembangan kecerdasan buatan atau AI serta infrastruktur roket.
Para analis pasar memberikan peringatan bahwa kenaikan harga saham yang tajam ini lebih didorong oleh sentimen pasar terhadap visi Musk ketimbang fundamental bisnis yang solid. Investor jangka panjang kini menanti apakah SpaceX mampu membuktikan potensi ekonomi dari misi antariksa mereka di masa depan.
Di sisi lain, kekayaan yang melimpah ini memicu kritik keras dari berbagai pihak mengenai ketimpangan ekonomi global. Sejumlah senator Amerika Serikat menyatakan bahwa fenomena ini menjadi pengingat perlunya penerapan pajak kekayaan yang lebih ketat bagi kalangan super kaya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor










