Empat Pilar Como yang Patut Dinanti Aksinya dalam Sejarah Debut Liga Champions 2026/2027

Como, sebuah klub sepak bola Italia, akan mencatat sejarah baru dengan penampilan perdananya di kompetisi Liga Champions UEFA musim 2026/2027. Momen bersejarah ini akan dimulai saat mereka menjamu raksasa Jerman, RB Leipzig, dalam fase liga yang kompetitif.
Status sebagai tim debutan di kancah Eropa tidak berarti Como datang tanpa persiapan atau modal berarti. Mereka mengamankan tiket Liga Champions setelah menyelesaikan Serie A musim lalu di posisi keempat, sebuah pencapaian luar biasa mengingat mereka baru promosi kembali ke kasta tertinggi Italia dua tahun sebelumnya.
Perjalanan Como menuju Liga Champions diwarnai performa impresif pada paruh akhir musim. Tim ini berhasil memenangkan empat dari lima pertandingan terakhir, mengungguli tim-tim mapan seperti AC Milan dan Juventus dalam perebutan zona empat besar yang krusial.
Kini, atensi publik dan pengamat sepak bola Eropa tertuju pada sejumlah pemain kunci yang diperkirakan akan menjadi pembeda bagi Como di panggung elite. Nico Paz, Trevoh Chalobah, Martin Baturina, dan Jacobo Ramon adalah empat nama yang aksinya layak disorot sepanjang kiprah perdana Como di Liga Champions 2026/2027.
Nico Paz, gelandang serang kreatif asal Argentina, telah menjadi salah satu figur paling menonjol sejak Como kembali ke Serie A. Pada musim debutnya, ia mencatatkan enam gol dan sembilan assist, yang kemudian meningkat signifikan menjadi 12 gol dan tujuh assist pada musim berikutnya.
Paz merupakan produk akademi Tenerife dan Real Madrid, bahkan sudah memiliki pengalaman bermain di Liga Champions. Ia sempat tampil sebanyak tiga kali untuk Real Madrid di kompetisi tersebut sebelum memilih bergabung dengan Como pada Agustus 2024 untuk mencari tantangan baru.
Pengalaman Paz di level tertinggi Eropa menjadi aset vital bagi Como yang baru mengarungi kompetisi UEFA. Kreativitasnya serta kemampuannya menciptakan peluang menjadikannya pemain yang berpotensi menjadi pusat perhatian saat Como berhadapan dengan lawan-lawan sekelas RB Leipzig.
Trevoh Chalobah, seorang bek berusia 27 tahun, merupakan rekrutan penting untuk memperkuat lini belakang Como musim ini. Ia didatangkan dari Chelsea setelah mencatatkan 151 penampilan bersama klub masa kecilnya sejak debutnya pada tahun 2021.
Chalobah juga memiliki rekam jejak yang solid di Liga Champions, dengan 17 penampilan bersama Chelsea. Pengalamannya ini memastikan bahwa ia telah memahami sepenuhnya tuntutan pertandingan di level elite Eropa.
Kemampuan Chalobah untuk bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan memberikan fleksibilitas taktis yang berharga bagi tim. Dengan pengalaman luas dan karakter bertahan yang tangguh, perannya kemungkinan besar akan sangat sentral bagi Como selama menjalani fase liga Liga Champions yang panjang dan melelahkan.
Martin Baturina dikenal sebagai gelandang serang modern yang piawai beroperasi di ruang sempit. Pemain asal Kroasia ini memiliki kelincahan, kreativitas, kekuatan dalam penguasaan bola, serta mampu ditempatkan sebagai winger kanan maupun kiri.
Musim lalu, Baturina membuktikan kualitasnya dengan mencetak enam gol dan tiga assist di Serie A. Performa apiknya berlanjut pada awal musim 2026/2027, di mana ia telah mengemas dua gol dan satu assist hanya dari tiga pertandingan Serie A.
Baturina tidak sepenuhnya asing dengan atmosfer Liga Champions karena pernah tampil bersama Dinamo Zagreb. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga ketika ia harus membantu Como menghadapi lawan-lawan dengan kualitas dan pengalaman yang jauh lebih tinggi di panggung Eropa.
Jacobo Ramon, bek tengah asal Spanyol, juga memiliki latar belakang dari Real Madrid dan kini melanjutkan kariernya bersama Como. Ia tampil sebagai starter dalam 32 pertandingan Serie A musim lalu, menunjukkan betapa pentingnya perannya di jantung pertahanan.
Dengan postur menjulang hampir dua meter, Ramon memiliki keunggulan dominan dalam duel udara, didukung pula oleh kualitas teknis yang mumpuni. Kombinasi atribut ini menjadikannya salah satu pemain yang patut diperhatikan ketika Como harus menghadapi serangan dari lawan-lawan tangguh di Liga Champions.
Ramon juga pernah merasakan atmosfer Liga Champions saat masih menjadi bagian dari skuad Real Madrid. Meski tidak berstatus pemain reguler, pengalaman tersebut sedikit banyak membentuk mentalitas pemain berusia 21 tahun ini untuk menghadapi panggung Eropa bersama Como.
Kehadiran para pemain dengan pengalaman Eropa, dikombinasikan dengan semangat tim debutan, akan menjadi kunci bagi Como dalam menghadapi tantangan Liga Champions. Mereka diharapkan dapat menyajikan kejutan dan menulis babak baru dalam sejarah sepak bola Italia.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor













