Enam Momen Dramatis Real Madrid Hampir Tersingkir dari Liga Champions

Real Madrid memiliki hubungan yang unik dengan Liga Champions, sebuah kompetisi yang sering kali mereka menangkan dengan cara yang tidak masuk akal.
Klub raksasa asal Spanyol ini kerap kali berada di ambang kekalahan, namun mereka secara konsisten mampu membalikkan keadaan saat peluang menang tampak sangat tipis. Sepanjang sejarah, banyak momen ketika Los Blancos nyaris tereliminasi dari turnamen paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Salah satu momen paling ikonik terjadi pada musim 2013-2014 saat melawan Borussia Dortmund di babak perempat final. Madrid hampir kehilangan keunggulan agregat tiga gol setelah Dortmund tampil dominan di leg kedua, namun ketangguhan kiper Iker Casillas menjaga asa mereka tetap hidup hingga akhirnya menjuarai kompetisi musim itu.
Keajaiban serupa muncul pada tahun 2016 saat berhadapan dengan Wolfsburg di babak yang sama. Real Madrid sempat menelan kekalahan 0-2 di Jerman, membuat publik meragukan peluang mereka untuk lolos ke semifinal.
Untungnya, Cristiano Ronaldo muncul sebagai pahlawan dengan mencetak hat-trick di Santiago Bernabeu. Skor agregat 3-2 pun memastikan langkah mereka tetap berlanjut menuju gelar juara.
Tahun 2022 menjadi puncak dari drama kembalinya Real Madrid dari ambang pintu keluar. Mereka sempat tertinggal agregat dua gol dari Paris Saint-Germain (PSG) hingga menit ke-60 pada babak 16 besar.
Kala itu, PSG mendominasi permainan melalui duet Kylian Mbappe dan Lionel Messi. Namun, hat-trick cepat dari Karim Benzema dalam waktu kurang dari 20 menit mengubah total jalannya pertandingan dan mengguncang Eropa.
Dinamika yang sama berlanjut di babak semifinal tahun yang sama melawan Manchester City. Real Madrid tertinggal agregat dua gol hingga masa tambahan waktu babak kedua di leg kedua.
Dua gol Rodrygo dalam hitungan menit memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Kemenangan dramatis ini membuat banyak pengamat sepak bola terperangah oleh mentalitas juara skuad asuhan Carlo Ancelotti.
Final musim 2014 juga menjadi catatan sejarah yang tidak bisa dilupakan. Real Madrid tertinggal 0-1 dari Atletico Madrid hingga menit ke-93, yang hampir membuat mereka kehilangan trofi ke-10.
Gol penyeimbang Sergio Ramos melalui sundulan kepala saat detik-detik terakhir mengubah segalanya. Mereka akhirnya mengamankan gelar juara setelah menang telak di babak perpanjangan waktu.
Momen keenam terjadi pada musim 2017 saat melawan Bayern Muenchen. Madrid sempat tertinggal di leg kedua perempat final sebelum kontroversi wasit dan ketajaman serangan balik mereka memastikan kemenangan agregat.
Kapasitas Real Madrid untuk bertahan di bawah tekanan luar biasa telah menjadi identitas klub di kompetisi Eropa. Meski terlihat berada di ujung tanduk, mereka hampir selalu memiliki cara untuk bangkit dari keterpurukan.
Kesuksesan ini membuktikan bahwa faktor mentalitas sering kali lebih berpengaruh dibandingkan sekadar keunggulan taktis di lapangan. Sejarah panjang Liga Champions akan terus mencatat nama mereka sebagai tim yang paling sulit ditaklukkan saat sudah masuk ke fase gugur.
Baca juga tulisan lainnya dari Rizky Pratama
Penulis: Rizky Pratama
Editor: Beritana Editor













