ETF Bitcoin AS Pulih, Inflow USD 1 Miliar Hapus Kerugian Oktober dalam Tiga Hari

Aset kripto kembali menjadi sorotan setelah ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatatkan arus masuk modal yang signifikan dalam tiga hari perdagangan terakhir. Langkah ini berhasil menghapus total kerugian yang sempat dialami sepanjang bulan Oktober.
Berdasarkan data pelacak ETF dari Decrypt, produk investasi Bitcoin ini berhasil menghimpun dana sebesar USD 524,8 juta pada hari Rabu. Angka ini memperpanjang tren positif yang dimulai sejak Senin, dengan total akumulasi mencapai USD 1,07 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun.
Kinerja impresif tersebut membalikkan kondisi pasar menjadi positif dalam hitungan hari. Setelah sempat mengalami pelemahan sebesar USD 615 juta hingga Jumat pekan lalu, kini dana kelolaan tersebut telah mencatatkan kenaikan sekitar USD 460 juta atau sekitar Rp7,2 triliun untuk periode Oktober.
Dominasi BlackRock melalui produk IBIT menjadi faktor utama di balik lonjakan ini. Pada hari Senin saja, mereka berhasil menarik dana segar sebesar USD 526,7 juta, yang merupakan catatan harian terbaik sejak 22 September lalu.
Pulihnya minat investor ini selaras dengan optimisme jangka panjang dari pihak Wall Street. J.P. Morgan Asset Management baru saja merilis proyeksi tahunan untuk Bitcoin, memprediksi potensi pengembalian majemuk sebesar 10 persen dalam satu dekade ke depan, meski mereka tetap mengingatkan adanya risiko volatilitas mencapai 55 persen.
Sementara itu, ETF Ethereum akhirnya merasakan nafas lega setelah mencatatkan arus masuk sebesar USD 14,9 juta pada hari Rabu. Capaian ini menghentikan tren arus keluar selama lima hari berturut-turut yang sempat menguras modal hingga USD 389 juta.
Meskipun demikian, kinerja Ethereum secara bulanan masih tertahan di zona merah dengan total arus keluar mencapai USD 1,07 miliar. Sejak diluncurkan, ETF Ethereum mencatatkan akumulasi arus masuk bersih sebesar USD 12,8 miliar atau setara Rp200 triliun.
Reaksi pasar terhadap arus masuk ini terlihat cukup tertahan di sisi harga aset digital. Bitcoin diperdagangkan di level USD 81.470 pada Kamis, mencerminkan penurunan 2,4 persen dalam 24 jam terakhir meski masih mencatatkan kenaikan 2 persen secara mingguan.
Volatilitas pasar yang tinggi memaksa pelaku pasar untuk bersikap realistis mengenai target jangka pendek. Berdasarkan prediksi pada platform Myriad, peluang Bitcoin untuk menembus level USD 87.500 sebelum Oktober berakhir hanya diperkirakan sebesar 20 persen.
Sentimen terhadap Ethereum justru terpantau lebih optimistis dibandingkan Bitcoin oleh para pengguna platform prediksi tersebut. Mereka memberikan peluang sebesar 61,3 persen bagi Ethereum untuk menyentuh level harga USD 3.000 dalam waktu dekat.
Seluruh pelaku pasar kini menanti langkah kebijakan moneter Amerika Serikat mendatang. Federal Reserve dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada 27 hingga 28 Oktober, di mana inflasi yang persisten masih menjadi perhatian utama dalam penentuan suku bunga acuan.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor












