Harry Kane Jagokan PSG Juarai Liga Champions 2026/2027, Ungguli Bayern dan Arsenal

Striker andalan Bayern Munchen, Harry Kane, secara mengejutkan menunjuk Paris Saint-Germain (PSG) sebagai kandidat terkuat untuk menjuarai Liga Champions musim 2026/2027.
Pernyataan Harry Kane ini disampaikan meski timnya, Bayern Munchen, dan juga Arsenal, tampil sebagai pesaing serius dalam kompetisi antarklub Eropa tersebut.
Kapten tim nasional Inggris tersebut menilai klub raksasa Prancis itu masih menjadi tim paling menonjol di Benua Biru, terlebih setelah berhasil meraih gelar juara Liga Champions dua musim beruntun.
Pandangan Kane muncul pasca-laga sengit Bayern Munchen kontra Arsenal di fase liga Liga Champions, yang berakhir imbang 2-2.
Pertandingan yang digelar di Allianz Arena pada Rabu, 21 Oktober 2026, malam waktu setempat itu berlangsung dramatis.
Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui gol Eberechi Eze, sebelum Bayern membalas lewat Alphonso Davies.
Kane kemudian membawa tim tuan rumah berbalik memimpin 2-1 melalui eksekusi penalti yang dingin.
Namun, Arsenal menunjukkan ketangguhan mereka dengan berhasil menyelamatkan satu poin, berkat gol penyeimbang yang dicetak Declan Rice pada menit ke-82.
Hasil seri itu memaksa kedua tim harus puas berbagi angka, sebuah duel yang mempertemukan dua tim yang juga diunggulkan sebagai calon juara.
Di waktu yang hampir bersamaan, PSG justru menunjukkan dominasi mereka dengan mengalahkan Barcelona 4-2 di Parc des Princes pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kemenangan PSG atas Barcelona terasa istimewa, mengingat klub asal Spanyol itu sebelumnya selalu mencatatkan kemenangan dalam 11 pertandingan sepanjang musim ini.
Kane secara tegas menempatkan PSG di posisi teratas dalam persaingan menuju trofi "Si Kuping Besar", julukan untuk piala Liga Champions.
"Menurut saya, PSG, kami sendiri, Arsenal, Barcelona, dan Real Madrid selalu menjadi tim yang kuat. Ada banyak tim hebat," ujar Kane kepada Canal+.
"Namun, PSG tentu menjadi favorit setelah menjuarai Liga Champions dua musim berturut-turut," lanjutnya, sebagaimana dikutip dari Metro.
Meskipun demikian, Kane tidak serta-merta menganggap Bayern Munchen dan Arsenal jauh tertinggal dari PSG.
Ia menilai persaingan masih sangat terbuka lebar, mengingat musim kompetisi baru saja berjalan dan perjalanan menuju partai final masih panjang.
"Kami menjalani pertandingan yang hebat melawan mereka musim lalu. Pertandingannya sangat ketat, begitu juga ketika menghadapi Arsenal di sini," kata Kane.
"Kita harus melihat bagaimana perkembangannya. Ini masih awal musim dan perjalanan masih panjang. Kita akan melihat apa yang terjadi pada April dan Mei," tambahnya.
Selain mengulas kandidat juara, Kane juga tak luput memberikan pujian atas performa Arsenal.
Ia mengakui pergerakan para pemain asuhan Mikel Arteta seringkali membuat Bayern Munchen kesulitan dalam menentukan siapa yang harus mendapatkan tekanan.
Menurut Kane, Arsenal memiliki pola pergerakan yang cukup rumit untuk diantisipasi, terutama pada babak kedua pertandingan.
Situasi tersebut membuat lini pertahanan Bayern sempat kehilangan kejelasan dalam melakukan pressing atau penjagaan terhadap lawan.
"Menurut saya, Arsenal cukup sulit dihadapi, terutama dari cara mereka bergerak," ujar Kane.
"Biasanya, kami memiliki acuan yang cukup jelas mengenai siapa yang harus ditekan. Namun, karena pergerakan mereka, khususnya pada babak kedua, saya merasa kami sedikit kebingungan menentukan siapa yang harus dijaga," tambahnya.
Kane juga menyoroti bagaimana Bayern terlalu lama bertahan dengan blok pertahanan rendah.
Situasi ini semakin terasa setelah Arsenal berhasil mencetak gol penyeimbang pada 10 hingga 15 menit terakhir pertandingan.
"Kami terlalu lama bertahan dengan blok rendah, terutama setelah mereka mencetak gol kedua. Dalam 10 hingga 15 menit terakhir, kami kesulitan keluar dari tekanan dan memulai pressing," kata Kane.
"Itu jelas menjadi sesuatu yang bisa saya perbaiki, begitu juga dengan tim. Kami harus lebih jelas dalam menentukan siapa yang harus mendapat tekanan pada situasi seperti itu," imbuhnya.
Secara keseluruhan, Kane menilai hasil imbang 2-2 merupakan hasil yang cukup adil bagi kedua tim.
Bayern memang sempat memiliki momentum krusial setelah berbalik unggul 2-1, namun gagal memanfaatkannya untuk memastikan kemenangan penuh.
Di sisi lain, Arsenal juga mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama melalui situasi bola mati.
"Pada akhirnya, hasil imbang mungkin merupakan hasil yang adil. Kami memiliki beberapa momen bagus dan momentum yang baik setelah unggul 2-1. Kami seharusnya bisa menghukum mereka dan menyelesaikan pertandingan," ujar Kane.
"Namun, kami menghadapi tim yang tangguh. Mereka juga memiliki beberapa peluang bagus, terutama dari situasi bola mati. Sekarang, kami harus terus berkembang karena pertandingan berikutnya sudah menanti dalam waktu dekat," pungkasnya.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












