Gedung Putih Gunakan Foto Rekayasa AI untuk Promosikan Kanal Trump TV

Gedung Putih memicu perdebatan setelah mempromosikan kanal siaran daring Trump TV dengan menggunakan foto yang telah dimanipulasi melalui kecerdasan buatan atau AI. Gambar tersebut menampilkan sekelompok penumpang pesawat yang tampak sedang asyik menyaksikan kanal streaming milik mantan presiden Amerika Serikat tersebut.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa foto tersebut bukanlah dokumentasi baru. Gambar aslinya sempat beredar di internet pada Februari 2023, jauh sebelum kanal streaming tersebut resmi diluncurkan.
Modifikasi digital dalam foto ini terlihat jelas pada layar hiburan di kursi penumpang. Aslinya, layar tersebut menampilkan antarmuka standar sistem hiburan penerbangan, namun kini telah diganti secara teknis dengan logo serta konten yang merujuk pada Trump TV.
Penggunaan materi visual hasil olahan AI oleh lembaga resmi negara memantik diskusi mengenai etika penyebaran informasi di era digital. Masyarakat luas kini mulai mempertanyakan sejauh mana batas penggunaan teknologi generatif dalam komunikasi politik resmi.
Kritik dari berbagai pakar keamanan siber menyoroti potensi risiko disinformasi yang semakin tinggi jika pemerintah mulai mengadopsi manipulasi visual. Dalam konteks pemilu atau kebijakan publik, akurasi visual menjadi landasan kepercayaan warga terhadap otoritas penguasa.
Fenomena ini juga mencerminkan tantangan besar dalam membedakan antara konten promosi kreatif dan manipulasi realitas. Meskipun Gedung Putih belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penggunaan gambar tersebut, publik menuntut transparansi lebih lanjut.
Baca juga tulisan lainnya dari Nadia Safitri
Penulis: Nadia Safitri
Editor: Beritana Editor













