Bitmine Immersion Technologies Segera Hentikan Aksi Borong Ethereum

Bitmine Immersion Technologies memutuskan untuk mengakhiri aksi pembelian masif aset kripto Ethereum yang selama ini menjadi penopang utama harga di pasar.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Chairman Bitmine, Tom Lee, dalam konferensi Token2049 di Singapura, Rabu kemarin. Perusahaan berencana menghentikan akumulasi saat kepemilikan mereka menyentuh batas lima persen dari total suplai Ethereum yang beredar.
Saat ini, perusahaan yang melantai di Bursa Efek New York tersebut memegang 6.016.414 ETH atau sekitar 4,9 persen dari total suplai dunia. Berdasarkan data terbaru, mereka hanya membutuhkan sekitar 100.000 ETH lagi untuk mencapai ambang batas target internal yang disebut sebagai Alchemy of 5%.
Jika melihat pola pembelian mingguan selama ini, target tersebut diperkirakan tercapai dalam enam hingga tujuh pekan ke depan. Bagi pasar kripto, langkah ini menjadi perhatian serius karena menghilangkan salah satu pembeli paling konsisten selama lebih dari setahun terakhir.
Bitmine diketahui telah melakukan pembelian rutin setiap pekan sejak Juni 2025. Strategi ini terbukti memberikan tekanan beli yang stabil di tengah volatilitas pasar yang kerap tidak menentu.
Tom Lee mengungkapkan bahwa proses akumulasi ini jauh lebih cepat dari proyeksi awal perusahaan. Semula, manajemen menargetkan pencapaian kepemilikan lima persen tersebut memakan waktu lima tahun, namun kenyataannya target itu hampir terpenuhi hanya dalam durasi setahun lebih sedikit.
Capaian ini diraih di tengah kondisi pasar yang sempat mengalami tekanan hebat atau sering disebut periode pasar beruang. Meski demikian, posisi keuangan perusahaan saat ini terpantau kurang menguntungkan secara nilai aset.
Data pelacakan menunjukkan Bitmine menderita kerugian tidak terealisasi sebesar USD 4,5 miliar (sekitar Rp72,8 triliun). Kerugian ini terjadi karena akumulasi besar dilakukan pada tahun lalu ketika harga Ethereum masih berada di level yang lebih tinggi.
Saat pernyataan Lee disampaikan di Singapura, harga Ethereum sempat mencatat penurunan tajam sebesar 5,5 persen. Penurunan ini melampaui koreksi aset kripto besar lainnya di pasar global.
Ke depan, Lee mengisyaratkan kemungkinan perusahaan akan menjual Ethereum hasil dari staking untuk menjaga agar porsi kepemilikan tidak melebihi batas lima persen. Dengan berakhirnya aksi beli ini, pasar Ethereum diprediksi akan kehilangan salah satu motor penggerak permintaan yang paling dapat diandalkan.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor












