Hands-on Fitbit Edge: Google Hadirkan Versi Ringkas Pixel Watch untuk Kebugaran

Google segera merilis Fitbit Edge yang diposisikan sebagai alternatif lebih terjangkau bagi para penggemar jam tangan pintar. Kehadiran Fitbit Edge ini seolah menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan fitur Pixel Watch namun dengan bentuk pelacak kebugaran yang ringkas.
Perangkat ini dijadwalkan meluncur secara resmi pada akhir Oktober mendatang sebagai anggota baru dalam ekosistem perangkat pakai buatan Google.
Fitbit Edge menempati posisi tengah di antara Fitbit Air yang tidak memiliki layar dan Pixel Watch 5 yang menyasar segmen premium. Google mengisi kekosongan yang sebelumnya ditempati oleh Fitbit Charge 6 pada tahun 2023 lalu. Strategi ini menunjukkan upaya Google untuk menyelaraskan desain lini Fitbit dengan identitas visual seri Pixel.
Peningkatan paling mencolok pada perangkat baru ini terletak pada sektor layar yang kini memiliki dimensi lebih luas. Ukuran layar yang bertambah memungkinkan tampilan antarmuka menampung lebih banyak informasi bagi pengguna.
Perubahan perangkat lunak di dalamnya membuat pengalaman penggunaan terasa sangat mirip dengan navigasi pada Pixel Watch.
Pengguna akan menemukan desain tampilan jam dan panel informasi yang serupa dengan jajaran jam tangan pintar kelas atas milik raksasa teknologi asal Mountain View tersebut. Satu detail fisik yang menarik adalah kembalinya tombol daya taktil di sisi samping kerangka perangkat. Kehadiran tombol fisik ini menjadi solusi atas keluhan pengguna pada model sebelumnya yang hanya mengandalkan area sensitif sentuhan.
Meskipun tampilannya semakin modern, Fitbit Edge tetap mempertahankan jati dirinya sebagai pelacak aktivitas fisik. Sensor yang disematkan mampu memantau detak jantung, pola tidur, hingga durasi latihan secara akurat sepanjang hari.
Data kesehatan tersebut akan terhubung langsung dengan aplikasi Google Health maupun peralatan olahraga pihak ketiga.
Kemampuan GPS terintegrasi yang terhubung dengan Google Maps memudahkan pengguna saat berlari atau bersepeda di luar ruangan tanpa harus membawa ponsel. Layarnya juga berfungsi menampilkan notifikasi pesan masuk serta panggilan telepon dari gawai yang terhubung. Namun, ada satu fitur yang justru dihilangkan oleh Google pada model terbaru ini.
Google tidak menyertakan dukungan Google Wallet untuk pembayaran nirkabel sebagaimana yang tersedia pada Fitbit Charge 6. Hilangnya fitur pembayaran digital ini mungkin mengecewakan bagi pengguna yang terbiasa bertransaksi melalui pergelangan tangan mereka.
Dari sisi desain eksterior, perangkat ini mengadopsi gaya Active Band yang identik dengan estetika desain jam tangan pintar Google.
Konektor tali jamnya masih menggunakan sistem yang sama dengan seri Charge untuk memudahkan penggantian aksesoris. Hal menarik lainnya ditemukan pada sistem pengisian daya yang menggunakan pengisi daya yang sama dengan Fitbit Air. Kesamaan ini memberikan kemudahan bagi pengguna yang memiliki lebih dari satu perangkat pelacak kebugaran dalam satu ekosistem.
Google menetapkan tanggal 27 Oktober sebagai waktu peluncuran resmi perangkat ini ke pasar global. Saat ini, sistem pemesanan awal atau pre-order sudah mulai dibuka bagi para calon pembeli yang tidak ingin ketinggalan.
Fitbit Edge ditawarkan sebagai solusi bagi mereka yang mencari keseimbangan antara fungsionalitas olahraga dan kemudahan notifikasi pintar.
Langkah Google ini memperkuat dominasi mereka di pasar perangkat pakai setelah mengakuisisi Fitbit beberapa tahun silam. Fitbit merupakan perusahaan pelacak kebugaran asal Amerika Serikat yang dibeli Google senilai USD 2,1 miliar (sekitar Rp32,8 triliun). Integrasi teknologi Fitbit ke dalam desain ala Pixel menjadi strategi utama Google untuk bersaing dengan dominasi Apple Watch di pasar global.
Baca juga tulisan lainnya dari Sarah Kusuma
Penulis: Sarah Kusuma
Editor: Beritana Editor
-af2f7.webp)








