
Bek Manchester United Harry Maguire menyatakan kekecewaannya atas hasil imbang 1-1 kontra Fulham dalam laga pekan kelima Premier League 2026/2027 di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026).
Hasil tersebut memaksa Manchester United pulang dengan satu poin setelah sempat tertinggal akibat gol bunuh diri Lisandro Martinez pada menit ke-63. Tim asuhan Erik ten Hag baru mampu menyamakan kedudukan melalui sepakan Matheus Cunha saat pertandingan tersisa satu menit waktu normal.
Maguire menyoroti kegagalan rekan-rekannya dalam memaksimalkan peluang emas, terutama pada babak pertama. Ia menilai bahwa dalam laga tandang yang kompetitif, konversi peluang menjadi gol merupakan aspek yang menentukan hasil akhir pertandingan.
Ia menuturkan bahwa Manchester United seharusnya mampu memanfaatkan momen besar di babak pertama sebelum performa tim menurun pada awal babak kedua. Maguire merasa kebobolan gol tersebut sangat disayangkan karena lawan tidak menciptakan banyak ancaman berarti.
Kondisi ini memaksa tim untuk meningkatkan intensitas serangan setelah tertinggal. Maguire mengapresiasi semangat para pemain yang tetap menekan lawan hingga akhirnya Cunha mencetak gol penyeimbang melalui tembakan dari luar kotak penalti.
“Reaksi kami jauh lebih baik dan positif dibandingkan pekan lalu. Para pemain menunjukkan semangat dan reaksi yang luar biasa meski sempat kebobolan,” ujar Maguire dalam keterangan resmi klub usai pertandingan.
Ia menambahkan bahwa tim terus menekan Fulham hingga akhir laga guna mencari gol kemenangan. Sayangnya, momentum tersebut datang terlalu lambat untuk membalikkan keadaan menjadi tiga poin penuh.
Menghadapi jeda internasional, Maguire meminta tim untuk fokus pada evaluasi internal tanpa memedulikan kritik dari pihak luar. Ia menegaskan bahwa jarak antara performa saat ini dan hasil yang diharapkan sebenarnya tidak terlalu jauh jika detail kecil diperbaiki.
Bek berusia 33 tahun itu menekankan pentingnya kerja keras selama masa rehat kompetisi. Baginya, terdapat hal-hal positif yang bisa diambil dari laga di London tersebut sebagai modal untuk pengembangan tim di pertandingan berikutnya.
Secara keseluruhan, Manchester United masih memiliki pekerjaan rumah dalam menjaga konsistensi selama 90 menit pertandingan. Fokus utama mereka kini adalah memperbaiki efektivitas serangan dan transisi pertahanan sebelum laga domestik kembali dimulai.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor