Hiyd, Alat Pelacak Kesehatan Inovatif yang Bisa Dipasang di Jam Tangan Analog

Penggemar jam tangan konvensional kini tidak perlu lagi mengganti koleksi kesayangan mereka dengan perangkat pelacak kebugaran yang berukuran besar. Inovasi terbaru bernama Hiyd hadir sebagai solusi untuk memantau kesehatan tanpa mengorbankan estetika jam tangan favorit pengguna.
Pendiri Hiyd, Salah Batroukh, meyakini bahwa teknologi pelacak kesehatan seharusnya tidak mengubah gaya hidup maupun penampilan seseorang secara drastis. Perusahaan ini memiliki visi untuk menciptakan ekosistem pemantauan kesehatan yang tidak terlihat namun tetap berfungsi optimal.
Perangkat perdana mereka berbentuk cakram kecil dan tipis yang menempel di bagian belakang badan jam tangan melalui teknologi microsuction. Teknologi ini menggunakan lapisan silikon bertekstur khusus yang mampu melekat kuat tanpa meninggalkan residu atau merusak komponen mekanis jam tangan akibat magnet.
Batroukh menjelaskan bahwa lembaran silikon tersebut sangat tipis, dengan ketebalan hanya 0,3 milimeter. Saat ditempelkan, udara di dalam kantong mikroskopis akan keluar sehingga menciptakan efek vakum yang kokoh namun mudah dilepas jika diperlukan.
Secara teknis, sensor berbobot 7 gram ini mampu mengumpulkan berbagai data biometrik penting seperti detak jantung, variabilitas detak jantung, kualitas tidur, hingga estimasi konsumsi oksigen atau VO2 max. Seluruh data tersebut kemudian disinkronkan langsung ke aplikasi ponsel pintar berbasis iOS atau Android milik pengguna.
Untuk meningkatkan akurasi, tim pengembang Hiyd melatih kecerdasan buatan atau AI dengan merekam berbagai aktivitas fisik secara mendalam. Data dari kegiatan seperti berjalan hingga berlari tersebut kemudian diproses agar sistem mampu mengenali pola pergerakan tubuh dengan lebih presisi.
Aplikasi ini juga dirancang untuk memberikan wawasan mendalam mengenai hubungan antara pola makan dan kualitas hidup penggunanya. Sistem akan menganalisis bagaimana waktu makan atau jenis makanan tertentu memengaruhi durasi tidur atau efektivitas sesi latihan kebugaran harian.
Batroukh sendiri bukan orang baru di dunia desain perangkat keras karena pernah bekerja sebagai insinyur di Apple selama tujuh tahun. Ia mendirikan Hiyd bersama dua rekannya, Omar Shakir yang menjabat sebagai CTO dan Mahamad Charawi yang memimpin pengembangan perangkat lunak.
Saat ini, Hiyd sedang berkompetisi dalam ajang Startup Battlefield di TechCrunch Disrupt sebagai salah satu dari 20 perusahaan terpilih. Perusahaan ini dijadwalkan akan meluncurkan kampanye penggalangan dana melalui platform Kickstarter pada bulan November mendatang.
Antusiasme pasar terhadap perangkat ini terlihat cukup tinggi meski belum dipasarkan secara luas. Tercatat sudah ada lebih dari 16.000 calon pengguna yang memberikan deposit untuk mendapatkan unit pertama Hiyd begitu produk tersebut resmi dirilis ke pasar global.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








