
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan menguat 1,7 persen hingga akhir sesi pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 22 Oktober 2026. Lonjakan ini membawa IHSG mencapai level 5.418,998 pada pukul 12.00 WIB, memicu optimisme di kalangan pelaku pasar.
Penguatan signifikan ini ditopang oleh kinerja positif seluruh indeks sektoral.
Sektor energi menjadi bintang utama pada perdagangan paruh hari ini, mencatat penguatan terbesar di antara seluruh sektor. Menurut data yang dilansir Investasi, IDX Sektor Energi melonjak 3,24 persen pada penutupan sesi pertama. Kenaikan harga komoditas global serta prospek permintaan yang membaik disinyalir menjadi katalis utama yang mendorong kinerja ini.
Di posisi berikutnya, IDX Sektor Transportasi dan Logistik juga unjuk gigi dengan kenaikan 2,6 persen. Tak kalah solid, IDX Sektor Barang Baku menguat 2,27 persen, diikuti IDX Sektor Infrastruktur yang tumbuh 2,2 persen.
IDX Sektor Barang Konsumen Primer mencatat penguatan 1,91 persen, mengindikasikan daya beli masyarakat yang relatif stabil. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer juga terpantau positif dengan kenaikan 1,77 persen, diikuti Perindustrian yang bertumbuh 1,62 persen.
Sementara itu, IDX Sektor Kesehatan naik 1,61 persen.
IDX Sektor Properti dan Logistik menguat 1,34 persen, disusul IDX Sektor Teknologi yang bertambah 1,06 persen. Penguatan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap pemulihan di berbagai lini bisnis.
Adapun IDX Sektor Keuangan mencatat kenaikan 0,87 persen.
Total volume transaksi hingga akhir sesi pertama perdagangan mencapai 21,93 miliar saham, menunjukkan minat beli yang signifikan. Nilai transaksi tercatat menembus angka Rp9,19 triliun, sebuah indikator aktivitas pasar yang cukup intensif.
Data perdagangan juga menunjukkan dominasi saham-saham yang menguat. Sebanyak 550 saham mengalami kenaikan harga, jauh melampaui 131 saham yang melemah. Sementara itu, 112 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Rally IHSG ini terjadi di tengah sentimen positif pasar global yang didukung oleh ekspektasi meredanya inflasi dan sinyal kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari bank sentral utama. Kondisi makroekonomi domestik yang stabil turut memberikan pijakan kuat bagi pergerakan indeks.
Investor tampaknya mulai kembali melirik aset-aset berisiko, termasuk saham, menyusul rilis data ekonomi yang menunjukkan pemulihan di beberapa sektor kunci. Peningkatan aktivitas perdagangan mencerminkan optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Para analis pasar memprediksi bahwa tren penguatan ini berpotensi berlanjut, terutama jika didukung oleh laporan kinerja korporasi yang solid dan arus dana asing yang terus masuk. Namun, volatilitas tetap perlu diwaspadai mengingat dinamika pasar global yang senantiasa berubah.
Baca juga tulisan lainnya dari Fajar Nugroho
Penulis: Fajar Nugroho
Editor: Beritana Editor
