Saham INCO dan ANTM Menguat Usai Koreksi, Simak Analisis Teknikalnya

Harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berbalik menguat pada sesi perdagangan Kamis (22/10/2026) setelah sebelumnya sempat tertekan tajam. Pergerakan positif saham INCO dan ANTM ini ditopang oleh aksi beli investor di area teknikal vital serta sokongan kinerja keuangan semester I-2026 yang terbilang solid.
Hingga penutupan sesi I pukul 11.30 WIB, saham INCO menguat 5,12 persen atau naik 190 poin ke level Rp3.900 per lembar.
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa rebound ini menjadi sinyal awal pemulihan harga. Kendati demikian, laju kenaikan masih tertahan oleh beberapa titik resistansi yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah tren utama. Analisis teknikal menunjukkan level resistansi terdekat berada pada posisi 4.047 serta indikator rata-rata bergerak 20 hari atau MA20 di angka 4.097.
Apabila kedua batas tersebut berhasil dilampaui dengan volume tinggi, pergerakan harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju target resistansi berikutnya di level 4.560. Namun, investor tetap disarankan mewaspadai area support terdekat pada level 3.600 dan support mayor di kisaran 3.216 jika tekanan jual kembali muncul.
Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) milik INCO tercatat masih berada di zona negatif di bawah garis sinyal.
Di luar faktor teknikal, pemulihan saham produsen nikel ini ditopang lonjakan kinerja keuangan sepanjang enam bulan pertama tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar USD 104,37 juta (sekitar Rp1,87 triliun) pada semester I-2026. Angka perolehan laba bersih tersebut melambung 313,4 persen secara tahunan, sementara total pendapatan tumbuh 27,26 persen mencapai USD 543,06 juta.
Pertumbuhan finansial Vale Indonesia didorong oleh kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte serta efisiensi operasional pabrik. Volume produksi pada kuartal II-2026 tercatat melonjak 18,6 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Sementara itu, saham ANTM berhasil menembus level konfirmasi teknikal di angka 2.760 pada perdagangan hari yang sama.
Kenaikan di atas level batas tersebut membuka peluang terjadinya tren naik lanjutan bagi saham emiten tambang BUMN ini. Namun, pergerakan harga masih membutuhkan penembusan level resistansi 2.990 guna memvalidasi kekuatan momentum penguatan. Jika mampu bertahan di atas 2.990, harga saham ANTM diperkirakan siap menguji level resistansi lanjutan pada kisaran 3.357.
Sebaliknya, level 2.760 kini berubah fungsi menjadi area support terdekat yang wajib dipertahankan untuk mencegah koreksi susulan. Batas penopang utama atau support kuat ANTM terpantau berada pada rentang harga 2.530 hingga 2.400.
Serupa dengan INCO, indikator teknikal MACD untuk ANTM juga masih mengindikasikan posisi negatif di bawah garis sinyal.
Dari sisi fundamental perusahaannya, ANTM mencatatkan pendapatan sebesar Rp62,7 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 6,3 persen secara tahunan. Laba bersih perseroan melesat 36 persen menjadi Rp6,4 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian laba bersih tersebut bahkan telah memenuhi 70 persen dari target konsensus para analis untuk tahun berjalan 2026.
Laju bisnis komoditas tambang menjadi motor utama penggerak pendapatan ANTM sepanjang paruh pertama tahun ini. Penjualan dari segmen nikel melonjak 32,4 persen, disusul pertumbuhan bisnis bauksit dan alumina yang naik 28,3 persen.
Kenaikan performa ANTM juga didukung lonjakan harga jual rata-rata nikel pada kuartal II-2026 yang melesat 44 persen secara tahunan mencapai USD 80 per ton.
Sektor pertambangan mineral Indonesia secara keseluruhan diuntungkan oleh pemulihan permintaan global dan stabilisasi harga komoditas nikel. Para pelaku pasar kini terus mencermati dinamika transaksi harian serta pergerakan volume perdagangan untuk mengonfirmasi pembalikan arah harga dalam jangka menengah.
Baca juga tulisan lainnya dari Arief Wicaksono
Penulis: Arief Wicaksono
Editor: Beritana Editor








