Inovasi Robot Shinkei Systems: Ubah Standar Industri Perikanan Dunia

Shinkei Systems, sebuah perusahaan rintisan di Amerika Serikat, tengah mencuri perhatian lewat inovasi robot penangkap ikan bertenaga kecerdasan buatan atau AI bernama Poseidon.
Robot berukuran kulkas ini dirancang untuk melakukan teknik ike jime, sebuah metode Jepang kuno untuk mematikan ikan secara instan tanpa rasa sakit guna menjaga kesegaran daging lebih lama. Cara ini dilakukan dengan memindai otak ikan menggunakan visi komputer sebelum akhirnya menusuk titik saraf utama agar ikan tidak meronta atau mengalami stres yang merusak kualitas.
Metode tradisional ini lazimnya dilakukan secara manual oleh nelayan terlatih di dermaga sesaat setelah ikan ditangkap. Dengan otomatisasi skala industri, Shinkei berupaya meminimalisasi hormon stres dan asam laktat yang biasanya muncul saat ikan mati perlahan, sehingga masa simpan produk bisa bertambah hingga dua pekan.
Pendiri Shinkei Systems, Saif Khawaja, menuturkan bahwa gagasan bisnis ini muncul dari keprihatinan atas penderitaan ikan yang kerap tidak terlihat oleh konsumen karena hewan tersebut tidak memiliki pita suara untuk mengeluarkan suara kesakitan. Lebih dari sekadar alat, perusahaan kini memposisikan diri sebagai penyedia rantai pasok terintegrasi yang menangani proses ikan dari kapal hingga sampai ke meja makan pelanggan.
Perusahaan memberikan mesin Poseidon kepada para nelayan secara gratis, namun mereka membeli hasil tangkapan tersebut dengan harga jauh di atas rata-rata pasar lelang dermaga. Ikan-ikan ini kemudian dikirim ke fasilitas pemrosesan milik Shinkei di Tacoma, Washington, sebelum dijual dengan merek konsumen bernama Seremoni.
Model bisnis ini mendapat dukungan pendanaan dari Founders Fund, firma modal ventura yang dikenal kerap berinvestasi pada sektor-sektor yang jarang dilirik oleh investor lain. Delian Asparouhov, perwakilan dari Founders Fund, menyebut bahwa tidak banyak pihak yang bersedia berkecimpung dalam pengembangan robot yang bekerja di lingkungan keras penuh dengan kotoran ikan dan air garam.
Taruhan besar ini bukan tanpa risiko karena Shinkei harus sekaligus menjalankan manufaktur robot, pemrosesan seafood, dan pemasaran merek konsumen secara bersamaan. Jika berhasil, perusahaan ini berpotensi mengubah lanskap distribusi seafood Amerika Serikat yang selama ini sangat bergantung pada pengiriman ke luar negeri sebelum produk tersebut kembali dijual ke pasar domestik.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Update
Penulis: Beritana Update
Editor: Beritana Editor











