Iran Tunggu Respons AS yang 'Resmi' Meski Trump Tolak Gencatan Senjata

Teheran – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negaranya masih menanti respons resmi dari Amerika Serikat terkait usulan gencatan senjata. Pernyataan ini muncul meskipun Presiden Donald Trump sebelumnya telah menolak tawaran tersebut.
Araghchi menekankan bahwa sejarah komunikasi yang seringkali tidak konsisten dari pihak AS membuat penolakan Trump belum tentu merupakan posisi final. Ia mengisyaratkan adanya kemungkinan perubahan sikap dari Washington, mengingat pola komunikasi yang terkadang berubah-ubah dari pemerintahan AS.
Pernyataan Trump yang menolak tawaran gencatan senjata datang pasca-serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS. Serangan balasan Iran ini merupakan respons terhadap pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat di Baghdad, Irak, pada awal Januari lalu. Insiden ini telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah secara signifikan, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Sejauh ini, tidak ada komunikasi langsung yang dikonfirmasi antara pejabat senior Iran dan AS mengenai isu gencatan senjata. Namun, saluran komunikasi tidak langsung melalui negara-negara pihak ketiga seperti Swiss, yang mewakili kepentingan AS di Iran, atau Oman, kerap dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka siap untuk dialog jika ada tanda-tanda keseriusan dari pihak AS untuk meredakan ketegangan dan menghormati kedaulatan Iran. Namun, ketidakpastian dalam pesan-pesan yang diterima dari Washington membuat Teheran memilih untuk bersikap hati-hati dan menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Baca juga tulisan lainnya dari Hendra Saputra
Penulis: Hendra Saputra
Editor: Beritana Editor












