Jika Ingin Pergi Pergilah Seutuhnya Bukan Semaunya, Jika Ingin Tinggal Tinggallah Seutuhnya Jangan Seperlunya

Kamu pasti pernah kenal seseorang yang datang layaknya tamu paling sopan, lalu perlahan berubah jadi hantu yang tidak jelas keberadaannya.
Rasanya seperti ada yang janggal di dada. Kamu sudah terlanjur membuka pintu rumah, membiarkannya masuk, bahkan sudah menyiapkan tempat ternyaman untuknya bersandar.
Ternyata, perasaan tidak menentu seperti ini bukan cuma kamu yang ngerasain. Banyak dari kita yang terjebak dalam hubungan tanpa kepastian, terjebak di antara rasa ingin menunggu dan keinginan buat menyerah saja.
Jangan Jadi Pengecut Soal Perasaan
Dia datang membawa janji-janji manis tentang masa depan. Kamu percaya semua ucapannya, sampai tiba-tiba dia menghilang tanpa satu pun penjelasan yang masuk akal.
Sikapnya yang tidak tegas itu sebenarnya adalah bentuk paling nyata dari ketidakpedulian. Dia mungkin merasa tidak perlu memberikan kepastian karena dia memang tidak pernah benar-benar berniat untuk tinggal menetap di sana.
Banyak orang bilang kalau cinta itu butuh keberanian. Tapi kenyataannya, ada banyak pengecut yang bersembunyi di balik kata tidak siap atau butuh waktu, padahal mereka cuma sedang mencari pelarian saat bosan saja.
Pergilah Jika Tidak Berniat Menetap
Paling menyakitkan adalah saat seseorang datang lagi setelah lama menghilang. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa, dia menyapa seolah kamu masih menjadi tempat persinggahan yang selalu terbuka kapan saja dia mau.
Kamu harus tahu kalau keberadaanmu itu berharga. Kamu bukan ruang tunggu di stasiun yang bisa ditinggal dan didatangi sesuka hati oleh orang-orang yang hanya ingin berteduh saat hujan.
Jika memang dia ingin pergi, biarkan dia pergi sejauh mungkin. Jangan beri ruang untuk kembali, karena orang yang datang dan pergi semaunya hanya akan membuat hatimu jadi tempat yang berantakan.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor















