Jika Kamu Terus Membandingkan Dirimu Dengan Orang Lain, Itu Sama Saja Sedang Menghina Diri Sendiri

Jujur saja, tadi malam aku baru saja selesai stalking profil seseorang di media sosial sampai lupa waktu. Jariku capek men-scroll feed orang yang kelihatan punya segalanya, sementara aku di sini cuma bisa bengong menatap layar.
Kamu pasti pernah merasakan hal yang sama, kan. Rasanya seperti ada lubang di dada yang tiba-tiba muncul hanya karena melihat hidup orang lain tampak lebih rapi dan lebih indah daripada milik kita sendiri.
Kamu tidak sendirian kok, ini hal yang wajar dirasakan manusia di zaman sekarang. Kita semua memang pernah terjebak dalam rasa iri yang bikin sesak, tapi sadar tidak kalau perasaan itu sebenarnya pelan-pelan sedang menggerogoti rasa percaya dirimu sendiri.
Kamu Itu Edisi Terbatas
Saat kamu sibuk membandingkan pencapaian orang lain dengan jalan hidupmu, kamu sebenarnya sedang lupa satu hal penting. Kamu sedang menghina dirimu sendiri karena menganggap apa yang sudah kamu usahakan selama ini tidak ada harganya.
Padahal, setiap orang punya garis finish dan rintangan yang berbeda. Tidak adil rasanya kalau kamu menyamakan bab pertama di bukumu dengan bab terakhir di buku orang lain, karena kalian memang tidak sedang menulis cerita yang sama.
Kamu tidak akan pernah bisa menjadi mereka, dan mereka pun tidak akan pernah bisa menjadi kamu. Bahkan kembaran identik sekalipun punya isi kepala dan hati yang berbeda, jadi kenapa kamu masih berusaha keras untuk menjadi orang lain?
Berhenti Mencari Validasi Luar
Mungkin cara pandang kita yang harus sedikit digeser. Alih-alih melirik apa yang sudah dimiliki orang lain, coba lihat ke dalam cermin dan akui bahwa kamu sudah bertahan sampai sejauh ini dengan caramu sendiri.
Kebahagiaan itu bukan soal siapa yang lebih dulu sampai di puncak atau siapa yang punya barang lebih mahal. Itu cuma distraksi yang bikin kamu kehilangan fokus pada potensi unik yang cuma kamu yang punya.
Kamu Cukup Dengan Caramu
Sibuklah menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri, bukan versi tiruan dari orang lain. Saat kamu mulai benar-benar menerima dirimu apa adanya, rasa ingin membandingkan itu akan hilang dengan sendirinya.
Jangan lagi membuang energimu untuk meratapi hidup yang bukan milikmu. Kamu berharga dengan segala kelebihan dan kekuranganmu, dan itu adalah alasan yang cukup untuk berhenti merasa kurang.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor



















