Jika Memang Kamu Tidak Berniat Untuk Tinggal, Jangan Pernah Berani Membuka Pintu Hati Orang Lain

Kamu pasti pernah merasakan rasanya menunggu pesan yang tak kunjung datang, padahal dia sendiri yang bilang kalau dia bakal selalu ada buat kamu. Rasanya seperti menahan napas di bawah air, menunggu seseorang menarikmu ke permukaan, padahal dia sendiri yang menjatuhkanmu ke sana.
Kamu tidak sendirian kok. Banyak dari kita yang pernah duduk di posisi ini, menatap layar ponsel dan mencoba mencari logika di balik tindakan orang yang justru tidak punya logika sama sekali. Wajar kalau kamu merasa marah, bingung, bahkan sedikit merasa bodoh karena pernah percaya.
Jangan Tebar Harapan Kalau Hanya Untuk Pergi
Dia datang dengan segala kemanisan yang terasa terlalu nyata untuk dilewatkan. Dia bilang ada benih perasaan yang tumbuh sejak pertama kali kita bertemu, lalu kita mulai percaya bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang indah.
Tapi kenyataannya, apa yang dia sebut sebagai cinta hanyalah rasa bosan yang sedang mencari mainan baru. Kamu dijadikan pelarian sementara sampai dia menemukan alasan baru untuk melangkah pergi meninggalkan kamu yang sudah terlanjur berinvestasi perasaan.
Bukan karena kamu kurang layak dicintai, tapi karena dia memang tidak pernah punya rencana untuk menetap. Dia hanya butuh seseorang untuk mengisi kekosongannya sesaat, dan sayangnya, kamu yang kebetulan sedang ada di sana saat dia butuh.
Jujur Saja, Kamu Memang Tidak Butuh Dia
Mungkin sekarang rasanya sesak sekali karena dia pergi dengan seribu alasan yang dibuat-buat sendiri. Padahal, kita berdua tahu kalau alasan paling jujur di balik kepergiannya hanyalah karena dia memang sudah tidak peduli lagi.
Pergeseran perspektifnya begini, berhenti mencoba mencari kesalahan pada dirimu sendiri untuk membenarkan tindakan dia yang payah. Bukan kamu yang gagal menjaganya, tapi dia yang memang tidak pernah punya kapasitas untuk menjaga komitmen apa pun.
Berhenti Menunggu Jawaban Dari Orang Yang Tuli
Sekarang, daripada terus mempertanyakan kenapa dia tega memberikan harapan palsu, coba tarik napas panjang dan lepaskan bebannya. Kamu berhak untuk berhenti menunggu seseorang yang bahkan tidak punya keberanian untuk jujur pada dirinya sendiri.
Kamu jauh lebih berharga daripada sekadar jadi bab dalam kisah hidupnya yang tidak penting. Mulai hari ini, biarkan dia membawa semua alasan dan kepalsuannya pergi jauh-jauh, karena kamu layak mendapatkan seseorang yang hadir bukan untuk pergi, tapi untuk menemani.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor







