Kadang Capek Rasanya Jadi Orang Baik yang Selalu Disalahpahami, Tapi Memang Harus Terus Begitu

Seringkali kamu merasa lelah karena kebaikanmu dianggap angin lalu, atau malah diinjak orang lain yang tidak tahu diri.
Rasanya memang menyesakkan. Kamu sudah berusaha jadi orang paling baik, memberikan yang terbaik, tapi balasan yang kamu terima malah jauh dari ekspektasi. Kamu pasti pernah di titik ingin menyerah dan berpikir, buat apa semua ini kalau tidak ada yang menghargai?
Kamu Nggak Perlu Validasi Mereka
Sebenarnya yang bikin kamu sakit bukan kebaikan itu sendiri, melainkan ekspektasi bahwa orang lain harus membalasnya dengan cara yang sama. Kamu lupa kalau tugasmu hanya menanam benih, bukan memaksa buahnya segera jatuh ke tanganmu.
Ketika kamu berbuat baik demi pengakuan, saat itu juga kebaikanmu berubah jadi transaksi. Kamu bukan lagi orang yang tulus, tapi orang yang sedang menagih utang budi pada orang yang bahkan tidak pernah meminjam apa pun darimu.
Jangan Capek Menjadi Baik
Banyak orang bilang dunia ini kejam, dan mungkin itu benar bagi mereka yang tidak punya pegangan. Tapi buatmu, tetap memilih jadi orang baik di tengah orang-orang yang berbuat jahat adalah kemenangan kecil yang sangat besar.
Saat orang lain membalas kebaikanmu dengan keburukan, cukup tarik napas panjang dan mundur pelan-pelan. Kamu tidak perlu membalas, tidak perlu mengotori tanganmu dengan cara mereka, dan tidak perlu merasa kalah hanya karena mereka berbuat licik.
Kebaikan Itu Tentang Dirimu Sendiri
Ingat, segala sesuatu yang kamu tabur akan kembali ke diri sendiri suatu saat nanti. Tidak akan ada satu pun kebaikan yang hilang di dunia ini, meski terkadang bentuk balasannya tidak seperti yang kamu bayangkan.
Berhenti bersusah payah membuktikan dirimu orang baik di depan orang yang memang tidak punya mata untuk melihatnya. Cukup fokus pada langkahmu sendiri, tetaplah hangat, dan percayalah kalau kamu sedang membangun kedamaian untuk dirimu sendiri, bukan untuk mereka.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor













