Kadang Kita Terlalu Asyik Mengabaikan Seseorang, Sampai Lupa Kalau Hati yang Sabar pun Bisa Capek

Rasanya nyaman banget ya, punya seseorang yang selalu nyariin kamu duluan tiap hari. Kamu tahu dia bakal selalu ada di sana, menunggu balasanmu walau kadang baru kamu baca berjam-jam kemudian.
Wajar kok kalau kamu sempat merasa di atas angin karena tahu ada yang sayang setengah mati sama kamu. Tapi jujur, kadang kita jadi seegois itu, menganggap kepedulian orang lain sebagai sesuatu yang selamanya bakal gratis.
Dia Juga Bisa Lelah
Sabar itu ada tanggal kedaluwarsanya.
Kamu mungkin berpikir dia nggak akan pernah ke mana-mana karena cintanya sedalam itu. Padahal, setiap kali chatnya cuma kamu jawab singkat atau bahkan kamu abaikan semalaman, ada bagian dari dirinya yang pelan-pelan mulai mati rasa. Dia bukannya bodoh, dia hanya sedang memperjuangkanmu dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki sekarang.
Ketika Semuanya Tiba-tiba Berubah
Nanti, saat dia sudah benar-benar hilang, duniamu bakal mendadak sepi.
Kamu akan mulai merindukan notifikasi darinya yang dulu sering kamu anggap mengganggu itu. Kamu baru sadar bahwa yang mahal itu bukan perhatiannya, melainkan ketulusan yang belum tentu bisa kamu temukan lagi pada orang lain di masa depan. Hati manusia itu cair, hari ini dia bisa memohon-mohon agar kamu meliriknya, tapi besok dia bisa jadi orang paling asing yang menatapmu tanpa rasa apa-apa.
Mulai Hargai Sebelum Terlambat
Mumpung dia masih di sana, coba ketik satu pesan hangat untuknya sekarang.
Turunkan sedikit egomu dan mulailah membalas perhatiannya dengan hangat, sebelum kamu harus melewati malam-malam penuh penyesalan hanya untuk menyadari kehadirannya.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor






