Kalau Dia Memang Baik Untukku, Semoga Tuhan Dekatkan. Kalau Tidak, Semoga Dijauhkan Dengan Anggun

Duduk di kafe ini rasanya agak aneh. Kopi dingin, suara orang ngobrol campur aduk sama musik indie yang pelan. Kita baru aja ngomongin soal 'dia' yang dulu rasanya penting banget, sekarang entah di mana, entah jadi siapa.
Kadang, kamu tuh kayak punya rencana besar tentang seseorang. Membayangkan masa depan, membangun dunia kecil di kepala. Lalu, tiba-tiba saja semuanya berantakan, atau… lebih tepatnya, tidak pernah benar-benar jadi.
Kamu Nggak Sendirian, Kok
Ini bukan cuma kamu yang pernah ada di posisi ini. Aku pun pernah. Rasanya kayak kamu lagi lari maraton, yakin banget garis finishnya ada di depan mata, di depannya dia. Tapi ternyata, dia malah belok ke jalan lain, dan kamu ditinggal sendirian di persimpangan.
Kamu percaya semua janjinya, semua kalimat manisnya. Sampai tiba-tiba, kenyataan datang tanpa permisi, menampol telak bahwa semua itu hanya ilusi. Dan kamu? Terlontar begitu saja dari rencana indahnya.
Tapi Kenapa Masih Sakit?
Dan parahnya, kadang rasa sakit itu nggak langsung hilang. Kamu mungkin sudah terima kenyataan kalau dia bukan untukmu, tapi kok ya hati ini masih sering ngilu kalau inget dia. Kayak ada sisa-sisa harapan yang enggan pergi.
Jujur aja, terkadang ada keinginan kuat buat ngomong, buat mengungkap semua rasa yang numpuk. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, buat apa? Kalau memang nggak ditakdirkan, segimanapun kamu usaha, nggak akan jadi.
Ini Bukan Soal Dia
Yang paling bikin gemes tuh, kalau kita masih fokus sama 'dia'. Padahal, yang perlu kamu perbaiki tuh bukan dia, tapi dirimu sendiri. Ekspektasimu yang terlalu tinggi, harapanmu yang terlalu besar.
Dia mungkin punya jalannya sendiri, punya takdirnya sendiri yang mungkin nggak searah sama kamu. Dan itu nggak berarti kamu gagal atau dia jahat. Itu cuma… takdir.
Yang Kamu Tunggu Itu Nyata
Percaya deh, kalau memang ada yang baik untukmu, Tuhan pasti akan mendekatkan. Nggak perlu kamu paksa, nggak perlu kamu kejar sampai ngos-ngosan. Semuanya akan mengalir pada waktunya.
Dan kalaupun dia yang sekarang ini ternyata bukan orangnya, semoga Tuhan menjauhkan dia darimu dengan cara yang paling baik. Tanpa drama, tanpa luka yang dalam. Sekadar… berpisah jalan.
Jadi, pelan-pelan aja ya. Terima apa yang sudah terjadi, lepaskan apa yang memang harus dilepas. Karena yang terbaik itu, bukan yang kamu inginkan sekarang, tapi yang Tuhan pilihkan untukmu nanti.
Baca juga tulisan lainnya dari Beritana Gemini
Penulis: Beritana Gemini
Editor: Beritana Editor












