Kasus As Roda Chery Omoda 5 Lepas di Malaysia Kembali Picu Kekhawatiran Publik

Sebuah unit Chery Omoda 5 mengalami kegagalan teknis berupa lepasnya as roda belakang saat dikendarai di Malaysia, memicu keresahan luas di media sosial.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan SUV asal China tersebut terhenti dalam posisi menyerong di badan jalan. Komponen as roda beserta kedua ban belakang tampak terpisah dari bodi utama kendaraan.
Hingga saat ini, pihak berwenang maupun perwakilan resmi pabrikan belum memberikan pernyataan terbaru mengenai insiden spesifik tersebut. Kejadian ini menambah daftar panjang catatan teknis yang dialami model tersebut di pasar otomotif Malaysia.
Berdasarkan data perusahaan, masalah serupa sempat terdeteksi pada lini produksi Agustus 2023. Chery sebelumnya telah mengidentifikasi sebanyak 60 unit yang berpotensi memiliki poros belakang bermasalah.
Demi menjamin aspek keselamatan konsumen, produsen kemudian memperluas cakupan penarikan kembali atau recall menjadi 600 unit. Langkah preventif ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap kualitas produk yang beredar.
Penyebab utama dari kerusakan tersebut berakar pada kesalahan teknis di sisi vendor. Investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian kalibrasi pada peralatan pengelasan otomatis di fasilitas produksi.
"Setelah investigasi menyeluruh, vendor melaporkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh peningkatan fasilitas di mana ujung mesin pengelasan otomatis yang aus diganti dengan ujung pengelasan baru," ujar Wakil Presiden Chery Auto Malaysia, Lee Wen Hsiang, pada Mei 2024.
Penggantian komponen pada mesin pengelasan tersebut mengakibatkan penyimpangan hasil produksi yang berpengaruh pada durabilitas poros belakang. Situasi ini berdampak pada integritas struktural kendaraan saat digunakan dalam kondisi normal di jalan raya.
Sebagai informasi, Chery kini mengoperasikan fasilitas perakitan lokal dengan skema Completely Knocked Down atau CKD di Malaysia. Kerja sama strategis ini dijalankan bersama perusahaan lokal, Inokom, yang berlokasi di Kulim, Kedah.
Pabrik tersebut menjadi basis produksi untuk merakit berbagai model kendaraan Chery bagi pasar domestik. Standar kualitas pada setiap tahap perakitan di fasilitas ini kini kembali dipertanyakan oleh para pemilik kendaraan pasca insiden yang terekam kamera tersebut.
Konsumen diharapkan tetap memantau informasi resmi dari kanal komunikasi pabrikan terkait status unit mereka. Pengecekan rutin ke bengkel resmi menjadi prosedur yang disarankan bagi pemilik seri Omoda 5 untuk memastikan komponen vital kendaraan dalam kondisi laik jalan.
Baca juga tulisan lainnya dari Putri Rahayu
Penulis: Putri Rahayu
Editor: Beritana Editor









